Satpol PP Operasi Prostitusi
TERJARING: Petugas Satpol PP Kota Depok saat melakukan operasi prostitusi di lokasi panti pijat, serta apartemen di kawasan Kota Depok, Minggu (22/8). FOTO: IST
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satpol PP Kota Depok terus mempersempit dunia prostitusi di Kota Depok. Terbukti 14 orang pasangan diduga sedang melakukan mesum di tempat pijat dan Apartemen di kawasan Margonda Depok, terjaring operasi, pada Minggu (22/8).

Kasatpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany menegaskan bahwa dari lokasi tersebut diamankan beberapa pasangan pria dan wanita di dalam bilik sebuah panti pijat. Dan dari apartemen berhasil menggiring dua pasangan tanpa status menikah, namun dalam satu kamar.

“Diduga semua yang terjaring tanpa status pernikahan. Kami akan terus mempersempit ruang gerak dunia prostitusi, bekerjasama dengan pihak terkait,” tegas Lienda kepada Radar Depok.

Dari hasil operasi tersebut, di antaranya 11 wanita dan tiga orang pria. Seluruh identitas telah diamankan petugas, guna ditindak lebih lanjut.

Baca Juga  Sembilan Pejabat ASN Depok Dilantik

“Kami memang rutin ya. Awalnya dapat laporan masyarakat karena resah dengan aktifitas di tempat tersebut di Depok,” kata Lienda.

Menurutnya, dari hasil pendalaman dan pengumpulan informasi, dari panti pijat yang ada, sekitar empat di antaranya diduga membuka praktik mesum. Sehingga diamankan, pria dan wanita yang sedang di dalam bilik. “Lalu ada lima perempuan yang berada di luar bilik. Kami duga, semua penjaja seks komersil,”tuturnya.

Sedangkan di kamar apartemen kawasan Margonda, Satpol PP berhasil mengamankan dua pasang muda-mudi tanpa status nikah berada dalam satu kamar. “Semua yang dibawa petugas karena tanpa status pernikahan. Begitu juga yang di apartemen. Kalau resmi tentu tidak,” tambah Lienda.

Baca Juga  Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

Terkini, pihaknya sedang mendalami hasil pemeriksaan dari penertiban ini. Mulai dari pengelola yang akan dimintai keterangan lebih lanjut, terjerat pidana ringan atau tidak. Tentunya akan menggandeng pihak berwajib. “Kalau yang lain kami lakukan pendataan, selanjutnya menjalani pembinaan,” tutupnya.

Operasi tersebut di mulai pukul 21.00 WIB, Sabtu (21/08). Satpol PP bersama TNI, Polri, Dinsos, Dinkes, hingga Kesbangpol. Petugas juga melakukan test antigen serta test urine, yang seluruh hasilnya negatif. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR