pembagian bantuan kecamatan pancoranmas
SALURKAN : masyarakat pancoranmas antre untuk mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kantor Kecamatan Pancoranmas. FOTO : IVANNA / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – 3.463 warga Kecamatan Pancoranmas menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Kementrian Sosial yang bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI).

Pendamping BSP Kecamatan Pancoranmas, Syarif Hidayatulloh mengatakan, pemberian KKS dijadwalkan selama dua hari untuk enam kelurahan. Pengambilan KKS dilakukan di Kantor Kecamatan Pancoranmas dan dapat diwakilkan dengan syarat membawa bukti surat kuasa.

“Kita bagi 2 shift, hari jumat khusus warga Depokjaya, Mampang dan Pancoranmas. Besok Rangkapanjaya, Rangkapanjaya Baru dan Depok,” ujarnya kepada Radar Depok, Jumat (13/08).

Syarif sapaannya menjelaskan, bantuan KKS akan diterima dalam bentuk ATM yang berisi saldo Rp200 ribu dan hanya dapat dipergunakan untuk penukaran sembako.

“Bantuannya dalam bentum ATM, setiap bulannya akan dapat saldo dan tidak bisa diuangkan, hanya bisa ditukarkan untuk ambil sembako,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sembako dapat diambil setelah pihak BNI melakukan aktivasi, kemudian pihak pendamping mengatur jadwal kepada agen untuk penyaluran sembako kepada penerima manfaat. Diketahui saat ini terdapat 18 agen yang siap menyalurkan bantuan untuk 3.463 penerima manfaat.

“Setelah diterima Atmnya, nanti akan langsung diaktivasi oleh pihak BNI. Kemudian, pendamping jadwalkan penyaluran sembako. Menuunggu instruksi kesiapan agen untuk penyaluran. Nanti penerima manfaat bisa ambil di agen yg sudah ditentukan,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan, sembako yang akan diterima berupa beras berisi 10kg, telur 22 butir, kacang hijau dan kacang tanah 1/2 kg dan buah 1kg.

“Sembakonya berupa makanan yang memiliki gizi seimbang,” ucapnya.

Syarif juga menambahkan, diyakinkan bahwa penerima manfaat KKS merupakan warga yang belum menerima bantuan lain seperti BST atau BSP.

Dirinya berharap bantuan ini dapat bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan.

“Kami yakinkan penerima manfaat merupakan warga yang belum pernah menerima bantuan sama sekali,” tandasnya. (rd/cr1)

 

Jurnalis : Ivanna Yustiani

Editor : Pebri Mulya