Penyerahan KKS ke KPM Depok
TERBANTU: Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono menyerahkan Kartu Keluarga Sehat (KKS) di Gedung Balai Rakyat, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (21/8). FOTO: DAFFA SYAIFULLAH/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – 38 ribu keluarga Depok yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) mendapatkan bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Bantuan tersebut hanya dapat dibelanjakan melalui E-Warung.

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, KKS tidak dapat digunakan untuk menabung atau tarik tunai. Tetapi, warga dapat mencairkan bantuan tersebut di e-Warung yang sudah ditunjuk oleh Pemkot Depok.

“Bantuan yang diterima bukan berupa uang tunai, melainkan sembako dan kebutuhan warga lainnya,” ujar Imam kepada Radar Depok, Sabtu (21/8).

Imam menyebut, apabila bantuan tidak dicairkan sesegara mungkin. Maka akan diakumulasikan dengan bantuan yang akan datang, dan saldo sebelumnya tidak hangus.

“Jika pada periode ini bantuannya tidak diambil maka jumlahnya akan bertambah di periode selanjutnya, bantuannya tidak akan hangus,” ucapnya.

Kemudian lanjut Imam, di 11 kecamatan dan 63 kelurahan wilayah Kota Depok, terdapat 38 ribu KKS yang telah didistribusikan kepada warga terdampak pandemi Covid-19 dan terdaftar di DTKS.

“Jadi warga akan mendapatkan beras, telur, sayur-sayuran dan juga buah-buahan senilai Rp200 ribu. Kepada warga yang belum terdaftar DTKS, silakan mendaftar agar nanti bisa kita usulkan lagi ke Kemensos,” tuturnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BNI Margonda, Wahjudy mengungkapkan terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) jika KKS rusak ataupun hilang. Pertama, Jika hilang, maka segera blokir kartu tersebut dengan menghubungi call center. Namun jika rusak, maka kartu tidak perlu diblokir. Datang ke kantor bank penerbit KKS.

“Setelah itu, harus membuat surat kehilangan dari polisi, lalu membawa surat pengantar dari pendamping. Barulah diajukan ke kami dan segera di proses penggantian kartu,” tandasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR