Kadinkes Novarita Menjelaskan Vaksinasi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita

RADARDEPOK.COM – Ini target, kendati masih jauh. Sampai kemarin (26/8),  tercatat baru 30 persen yang menerima vaksinasi atau setara dengan 400 ribu jiwa penduduk Kota Depok dari total 2,4 jiwa. Artinya, demi mencapai Herd Immunity atau kekebalan kelompok, Depok harus mengejar 40 persen penerimaan vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, Novarita menyebut, Kota Depok masih dikatakan jauh dalam merealisasikan Herd Immunity. Pasalnya, dari total 2,4 juta penduduk Depok, baru 30 persen yang menerima vaksinasi atau setara dengan 400 ribu jiwa penduduk Depok.

“Persentasi paling ideal itu sekitar 70 persen dari total penduduk Depok, dan sedang dalam penerapan, salah satunya percepatan vaksinasi,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Rabu (25/8).

Menurutnya, percepatan vaksin menjadi salah satu cara untuk menerapkan herd Immunity di Kota Depok. Sebab konsep ini memberikan imunitas kepada orang yang tidak dapat menerima vaksin, melalui penerapan imunitas berkelompok yang diciptakan dari masyarakat yang telah menerima vaksinasi.

“Jadi kan ada lansia, anak, dan orang penyakit penyerta yang tidak bisa terima vaksin sama sekali. Nanti dari orang atau keluarga yang bisa menerima vaksin akan membentuk kelompok imunitas, yang bisa memberi keamanan pada yang tidak bisa vaksin,” ungkap Novarita.

Perlu diketahui, saat ini, Dinkes bersama pihak lainnya sedang melakukan perhitungan herd Immunity tingkat RT, RW, kelurahan, sampai kecamatan. Namun, perhitungan masih berlangsung di tingkatan RT.

Hal ini, kata Novarita, untuk dapat mengetahui pada tingkatan terendah yakni RT apa sudah memenuhi herd Immunity sebesar 70 persen, jika di lihat dari tingkatan lingkungan. “Kita sedang merekap data di lingkungan, siapa yang lingkungan warganya sudah vaksin 70 persen. Kalau ternyata sudah semuanya, sudah 100 persen itu semakin bagus,” tambahnya.

Dilokasi terpisah, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengaku, cara yang paling pertama untuk menuju Depok Herd Immunity, harus melakukan vaksinasi pada masyarakat dengan cepat. “Menuju Depok Herd Immunity harus vaksinasi, itu amanat kita ya. Itu target, sekarang tepatnya masih 29,8 persen,” bebernya.

Lalu, protokol kesehatan (Prokes) dijalankan secara ketat, penggunaan masker harus dijadikan gaya hidup. Sehingga masyarakat selalu setia menggunakan masker, salah satu cara yang ampuh menangkal penyebaran Covid-19.

Selanjutnya, masyarakat harus patuh menjalankan setiap peraturan dan kebijakan pemerintah mengenai pencegahan penularan Covid-19. Sebab apapun kebijkan untuk mencegah pandemi berlangsung. “Intinya tetap 3M wajib dijalankan, bahkan harus dijadikan gaya hidup,” kata Dadang.

Sementara, Epidemiologi UI, Iwan Ariawan menegaskan, herd immunity tidak mungkin tercapai dalam waktu dekat, sehingga target pemerintah pun sekarang ini adalah kondisi wabah terkendali.

Menurutnya, wabah terkendali saat jumlah kasus baru, kasus berat dan kematian berkurang. Saat itu aktivitas ekonomi dan sosial sudah dapat berjalan, tetapi dengan kehati-hatian, agar kasus tidak kembali meningkat.

“Kondisi wabah terkendali ini dapat dicapai dan dipertahankan dengan cakupan prokes yang tinggi, cakupan 3T yang tinggi dan cakupan vaksinasi yang tinggi juga tentunya,” tegas Iwan saat dikonfirmasi.

Menurutnya, upaya pemerintah Depok lebih baik memberikan edukasi dan membuka sentra vaksin sebanyak mungkin. Ini untuk mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi di Depok, jika di lihat dari capaian vaksinasi sebesar 30 persen dari total penduduk Kota Depok, sebanyak 2,4 jiwa.

Perlu diketahui, realisasi vaksinasi covid-19 di Jawa Barat masih jauh dari target. Dari minimal 37,9 juta sasaran, sampai sekarang vaksinasi baru tercapai sekitar 12,7 juta orang.

Ketua Divisi Vaksinasi, Atalia Praratya Ridwan Kamil mengungkapkan, target sasaran masih jauh dari harapan. Kalau mau mencapai herd immunity pada akhir tahun ini harusnya 37,9 juta yang divaksinasi. “Sementara sekarang baru mencapai 12,7 juta,” kata Atalia, di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (25/8).

Untuk mempercepat vaksinasi covid-19, Atalia menyebut, upaya paling efektif adalah dengan sistem jemput bola. Di samping itu memperbanyak sentra vaksinasi yang diadakan pihak lainnya. “Artinya kita harus melakukan berbagai upaya, terutama vaksinasi jemput bola. Semakin dekat ke masyarakat semakin baik, ini bentuk paling baik untuk mengakselerasi vaksinasi,” ujar dia.

Dengan lebih cepat herd immunity atau kekebalan kelompok terbentuk, semakin cepat pula perbaikan kondisi ekonomi masyarakat yang kini terpuruk akibat hantaman pandemi.

“Misalnya Lembang kan destinasi favorit wisata di Jabar, vaksinasi juga diharapkan bisa menjadi upaya kita kembali ke kondisi normal dengan percepatan herd immunity ini. Kegiatan pariwisata dan perekonomian bisa kembali pulih sesegera mungkin,” jelasnya.

Atalia meminta kepada masyarakat yang belum tergerak untuk menjalani vaksinasi agar lebih banyak menyerap informasi positif tentang vaksinasi covid-19. Selain itu, adanya dorongan dari orang terdekat yang sudah divaksin.

“Termasuk yang belum (divaksin) agar merasa tergerak hatinya. Jangan sampai tempat vaksinasi kosong karena masyarakat belum paham pentingnya vaksinasi,” tambahnya.(arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar