penyekatan dan ganjil genap
Di Jakarta tidak lagi menerapkan penyekatan di PPKM Level 4, tetapi diberlakukan sistem ganjil genap kendaraan.

RADARDEPOK.COM – Ganjil genap di Jakarta sudah mulai diberlakukan lagi pada 12 Agustus 2021. Berdasarkan keterangan dari Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo kebijakan ganjil genap tersebut menggantikan 100 titik penyekatan di kawasan Jakarta yang telah dilakukan selama PPKM Level 4 sebelumnya.

Berikut ini merupakan lima fakta dari penerapan kembali kebijakan ganjil-genap :

1. Diberlakukan di delapan ruas jalan Jakarta

Ganjil-genap selama PPKM Level 4 ini akan diberlakukan di delapan ruas jalan saja di Jakarta, yakni :

1. Ruas Jalan Sudirman.
2. Ruas Jalan MH Thamrin.
3. Ruas Merdeka Barat.
4. Ruas Jalan Majapahit.
5. Ruas Jalan Gajah Mada.
6. Ruas Jalan Hayam Wuruk.
7. Ruas Jalan Pintu Besar Selatan.
8. Ruas Jalan Gatot Subroto.

“Gage akan berlaku sejak pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB ” kata Sambodo.

Sambodo menjelaskan, penerapan ganjil genap tersebut, sesuai dengan surat keputusan (SK) Kadishub DKI Jakarta Nomor 320 tahun 2021 tanggal 10 Agustus 2021.

2. Penerapan ganjil-genap disertai dua aturan lainnya

Selain ganjil genap, polisi juga turut menerapkan dua aturan lainnya, pertama pengendalian mobilitas kawasan dengan sistem patroli di 20 kawasan yang dikendalikan selama 24 jam. Sambodo mengatakan 20 kawasan ini nantinya akan dikendalikan secara ketat dengan sistem patroli tiga pilar, yakni TNI, Polri dan Pemda.

“Kalau ada kerumunan, kalau ada pelanggaran prokes, maka akan kami akan woro-woro,” kata Sambodo.

Lalu yang kedua, polisi akan melakukan pengendalian mobilitas dengan sistem rekayasa lalu lintas. Sistem ini dilaksanakan apabila terjadi kepadatan lalu lintas atau kerumunan masyarakat yang berpotensi menimbulkan pelanggaran prokes.

“Contoh, misalnya ketika terjadi penumpukan di Pasar Tanah Abang, terjadi kerumunan atau kepadatan, maka kami akan melaksanakan rekayasa lalin di sana,” kata Sambodo.

3. Ganjil-genap tak hapus kewajiban STRP

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, pihaknya tetap mewajibkan masyarakat yang masuk ke wilayah DKI Jakarta memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja atau STRP. Walaupun saat ini 100 titik penyekatan telah dihapus dan diganti dengan kebijakan ganjil-genap.

“STRP ini tetap berlaku, karena kan STRP itu orangnya yang masuk,” ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Agustus 2021.

Sebelumnya, STRP diperlukan untuk menyaring masyarakat yang akan masuk ke Ibu Kota. Pemegang STRP hanya masyarakat yang bekerja di sektor esensial dan kritikal saja. Sebab hanya dua sektor pekerjaan itu yang diperbolehkan bekerja dari kantor, sementara yang lainnya diwajibkan bekerja dari rumah.

4. Ganjil genap juga berlaku taksi online

Sambodo mengatakan taksi online tak akan mendapat pengecualian dalam pemberlakuan kembali kebijakan ganjil-genap di Jakarta. Kebijakan ini akan berlaku selama PPKM Level 4 berlangsung dari tanggal 12 – 16 Agustus 2021.

“Untuk Gocar, Grabcar, mobil sewaan online, ini (kebijakan gage) berlaku,” ujar Sambodo.

Sambodo menerangkan, para pengemudi taksi online dapat memanfaatkan jalur alternatif agar terhindar dari penerapan kebijakan ganjil-genap. Ia pun memastikan pihaknya tak akan memberikan dekresi apapun terhadap taksi online.

“Jadi kalau misalnya dia mengangkut penumpang terus harus lewat jalur ganjil-genap, ya cari jalan lain,” kata Sambodo.

5. Kebijakan ganjil-genap sempat menghilang

Kebijakan ganjil-genap sempat menghilang lama sejak pemerintah memberlakukan PSBB pertama pada Maret 2020. Namun hingga satu tahun berlalu, kebijakan itu tak juga kembali diterapkan.

Saat itu Sambodo mengatakan alasan pihaknya belum memberlakukan ganjil-genap karena khawatir angkutan umim akan membludak. Walaupun, saat ini volume kendaraan di Jakarta sudah meningkat karena batas maksimal masyarakat yang bekerja dari kantor naik dari 25 persen menjadi 50 persen saat PPKM Mikro.

“Karena nanti dikhawatirkan kalau ada gage (ganjil-genap) akan terjadi peningkatan penumpang di angkutan umum yang malah nanti menimbulkan kerumunan,” ujar Sambodo.

Selain itu, Sambodo mengatakan kemacetan di jalanan Jakarta bukan hanya disebabkan masyarakat bekerja, tetapi juga berpergian. Ia mengatakan sampai saat ini belum ada larangan agar masyarakat tak berpergian, sehingga kapasitas kendaraan di jalanan meningkat.

“Pembahasan pemberlakuan kembali ganjil-genap belum ada,” kata dia. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya