kadisdik
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin. FOTO: DOK.RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sejumlah persiapan masih terus dilakukan Pemerintah guna merealisasikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kota Depok. Bahkan, pada Jumat (27/8) Dinas Pendidikan Kota Depok telah melakukan rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19, membahas ancang-ancang PTM Terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin mengaku, satuan pendidikan memang telah mengisi formulir secara online. Baik sarana prasarana protokol kesehatan, maupun MoU kerjasama dengan puskesmas. Tetapi pelaksanaan di lapangan masih belum dilakukan pemantauan.

“September ini, perencanaan yang dilakukan ada rechecking ulang dari tim monev Disdik ke sekolah. Mulai dari 1 sampai 10 September 2021,” ungkap Thamrin kepada Radar Depok, Minggu (29/8).

Monitoring dan evaluasi (Monev) tersebut melihat sarpras setiap sekolah dalam menunjang prokes selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) PTM Terbatas. Misalnya, tersedia tempat cuci tangan, toilet sekolah yang baik, hand sanitizer, masker cadangan termasuk suhu tubuh, apakah sudah diterapkan atau belum.

Selain itu lanjut Thamrin, akan ada sosialisasi kepada orang tua siswa yang harus digelar setiap sekolah mengenai PTM Terbatas, secara serentak dalam tiga hari. “Baru setelahnya di minggu ketiga atau keempat, kita laksanakan simulasi PTM. Karena Kota Depok masuk level 3. Uji coba ini kita izinkan semua, sepanjang hasil monevnya memenuhi persyaratan,” tegas Thamrin.

Kemudian pemberian vaksin kepada tenaga pendidik atau guru di satuan pendidikan maupun siswa, juga menjadi syarat pelaksanaan PTM di Kota Depok. Saat ini sudah 80 persen guru telah divaksin. “Siswa SMP masih di bawah 25 persen. Lalu siswa TK dan SD tidak kami wajibkan untuk divaksin,” terang Thamrin.

Jika seluruh komponen sudah dipenuhi, rencananya awal Oktober mendatang ancang-ancang PTM sudah bisa dilaksanakan. Yang akan dituangkan melalui Peraturan Walikota (Perwal). “Nanti pedoman terkait hal ini dituangkan oleh Perwal. Dan akan dibahas minggu depan. Jumlah sekolah yang ada di Kota Depok TK/PAUD sekitar 1.000, SD 400 dan SMP 250,” ungkap Thamrin.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II, I Made Supriatna menuturkan, segala bentuk kesiapan telah diterapkan oleh satuan pendidikan. Seperti membuat tim gugus tugas Covid-19 yang diketuai kepala sekolah, dan menjalin nota kesepahaman dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta puskesmas setempat.

“Kami pun akan melakukan verifikasi ke masing-masing satuan pendidikan, didampingi Satgas Covid-19 Kota Depok, Dinkes dan Disdik Kota Depok untuk melihat persiapan PTM. Baik Sarana dan Prasarana maupun struktur kurikulum di masa Pandemi,” ujar I Made kepada Radar Depok.

Made menyebut, Kota Depok memiliki puluhan ribu siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang perlu diberikan vaksinasi Covid-19. Sehingga pelaksanaan PTM nantinya bisa terwujud.

“Alhamdulillah target kami sudah 60 persen dari total tadi untuk siswa SMA/K/SLB. Untuk mencapai 40 persen sisanya, inshaAllah kami bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) akan memenuhi itu dan menyebarnya di beberapa wilayah untuk menjaga prokes,” bebernya.

Menurut Made, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang digelar secara daring selama mewabahnya virus Korona punya dampak negatif. Generasi penerus bangsa nampak kehilangan attitude dan lost control pendidikannya. “Kontrol guru sangat terbatas saat PJJ. Kedua, orang tua siswa merasa stres akibat PJJ. Harapan kami, pendidikan di Indonesia semakin meningkat, sehingga demografis anak-anak emas bisa terwujud,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengungkapkan Pemerintah Kota Depok masih menunggu perkembangan Covid-19 sebelum dapat kembali menggelar kegiatan PTM. Hal ini guna mencegah lonjakan kasus penularan virus Korona di Kota Depok.

“Pemkot Depok akan menetapkan PTM jika kondisinya sudah memungkinkan, karena dikhawatirkan jika salah mengambil kebijakan terkait PTM ini, nantinya ada ledakan kasus berikutnya,” kata Imam saat meninjau kegiatan Gebyar Vaksin Merdeka, di SMK Satia Negara, Pancoranmas, Sabtu (28/8).

Imam menambahkan, salah satu persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan PTM tak lain adalah vaksinasi. Hal ini tidak hanya bagi guru dan perangkat sekolah, tapi juga bagi siswa. “Mudah-mudahan pelajar dapat divaksin 100 persen sehingga kita bisa melaksanakan PTM. Para guru, dan komponen lainnya di sekolah juga sudah divaksin,” jelasnya.

Imam menerangkan, vaksinasi untuk pelajar di Kota Depok sudah mencapai 60 persen. Selain itu, seluruh sekolah juga sudah siap melaksanakan PTM. “Semua sekolah siap. Kita punya asosiasi sekolah di Kota Depok baik SMK, SMA, SMP, maupun PGRI. Semua siap memobilisasi siswa supaya ikut vaksinasi,” tukasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR