Oleh: Mochamad Robi Hidayat

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju

 

PROGRAM vaksinasi COVID-19 di Indonesia mulai dilakukan oleh pemerintah, pada Rabu (13/1) pagi di Istana Negara. Orang yang pertama kali disuntik vaksin buatan Sinovac adalah Presiden Joko Widodo. Pada saat yang sama, sejumlah pejabat, tokoh agama, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat turut mengikuti vaksinasi.(Surya, 2020)

Instruksi Presiden Untuk Program Vaksinasi Covid-19

  1. Vaksin Covid-19 diberikan secara gratis dan masyarakat tidak dikenakan biaya sama sekali,
  2. Seluruh jajaran kabinet, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021,
  3. Memprioritaskan dan merelokasi anggaran lain terkait ketersediaan dan vaksinasi secara gratis.
  4. Presiden menjadi yang pertama mendapat vaksin Covid-19,
  5. meminta masyarakat untuk terus menjalankan disiplin 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

TUJUAN VAKSINASI COVID-19

  1. Menurunkan kesakitan & kematian akibat Covid-19,
  2. Mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat,
  3. Melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh,
  4. Menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.

Antibodi dalam tubuh yang dihasilkan vaksin Covid-19 Sinovac menurun setelah 6 bulan menerima vaksin dosis kedua. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Tim Uji Klinis Nasional Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil. “Benar,” ujar Kusnandi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/7/202).  Selain itu, menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti

Nadia Tarmizi efikasi vaksin Covid-19 Sinovac juga masih cukup untuk penanganan virus corona.  Sehingga, baik menurut Nadia maupun Kusnandi masyarakat umum belum memerlukan booster atau vaksin Covid-19 dosis ketiga. Booster, kata Kusnandi, cukup diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Vaksin Covid-19 asal China Sinovac 6 bulan sesudah vaksin kedua antibody vaksin Sinovac menurun, penelitian Pan dkk 2021 menunjukan memang menurun 6 bulan sesudah vaksin ke 2 Sinovac, namun ada B cell memory dan T cell immunity yang masih berperan. Keberhasilan vaksinasi dalam mencegah infeksi tidak hanya bergantung pada antibody saja, namun juga oleh sel-sel imun.

 Apakah hanya terjadi pada Sinovac?

Penurunan antibody juga terjadi pada vaksin Pfizer, efikasi vaksin juga akan menurun secara bertahap, 6 bulan sesudah dosisi ke dua. Studi yang melibatkan 44165 orang seluruh dunia, manfaat vaksin Pfizer dimulai sejak 11 hari sesudah dosisi pertama, sampai sebelum dosis kedua (efikasi 91,7%). Efikasi puncak 96,2%, 7 hari sampai kurang 2 bulan dosis kedua. Efikasi menurun secara bertahap 83,7% 4 bulan seduah dosisi kedua. Rata-rata penurunan efikasi 6% setiap 4 bulan sesudah dosis kedua. Dibutuhkan penelitian lagi apakah dibutuhkan booster dan kapan waktu yang tepat.(Thomas SJ et al 2021)

 Bagaimana dengan vaksin lain?

Vaksin Moderna juga antibody akan menurun secara bertahap, namun masih bertahan hingga 3 bulan dan 6 bulan sesudah dosis kedua. Vaksin Pfizer & vaksin AstraZeneca, antibody level juga akan menurun 55% dan 84% antara hari 21-41 dan 70 hari sesudah vaksin ke 2. Secara alamiah memang level antibody akan menurun secara bertahap, baik sesudah vaksinasi ataupun sesudah terinfeksi. Namun juga jangan lupa pada saat terinfeksi selain antibody, ada hal lain yang berperan misalnya sel T. Penelitian pada pasien Covid menunjukan sel T ynag spesifik untuk virus SARS-CoV-2 berperan dalam perbaikan infeksi Covid-19.(Dan JM et al.2021)

Kesimpulan

  1. Antibody sesudah vaksinasi akakn menurun bertahap, dan ini bisa terjadi pada semua vaksin.
  2. Antibody bukan satu-satunya factor penentu keberhasilan vaksin mencegah infrksi, masih ada sel T dan sel B memory.
  3. Segera dapatkan vaksinasi Covid-19, jenis apa saja yang tersedia untuk anda. (*)