Aplikasi Masuk Mal Depok
DIBUKA: Suasana Mal Margo City setelah diterapkannya aplikasi PeduliLindungi, agar terlihat data pengunjung yang sudah divaksinasi. Aturan tersebut berlaku selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Depok. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pusat perbelanjaan mau pun Mal di Kota Depok mulai kembali beroperasi, setelah diizinkan pemerintah sejak Selasa (17/8). Setiap pengunjung yang hendak masuk harus sudah melakukan vaksinasi covid-19, dan melakukan scan barcode pada aplikasi PeduliLindungi di lobi utama mal. Namun, penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk Mal masih ditemukan kendala di lapangan.

Mulai dari nama tidak terdaftar, karena kesalahan tanggal memasukan tanggal pelaksanaan vaksin, atau tanggal pada identitas diri. Bahkan, hingga terjadi sistem error, karena tidak masuk dan justru kembali ke menu utama ketika melakukan scan barcode.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengaku bahwa ada laporan dari masyarakat yang ditemukan di lapangan, jika ada warga yang tidak terbaca daftar terima vaksin, karena kesalahan pada tanggal, sehingga tanggal pelaksanaan vaksin berbeda.

“Ada laporan dari lapangan. Tanggalnya tidak sesuai, jadi harus diperbaiki terlebih dahulu, saat ini sudah diperbaiki sama petugas,” ungkap Novarita kepada Radar Depok, Rabu (18/8).

Baca Juga  Canggih, Pemerintah Rancang E-KTP Digital di Ponsel

Tetapi Novarita memastikan, jika seluruh warga yang telah divaksin dari pertama, baik yang melalui fasilitas kesehatan hingga vaksin massal semua telah terdaftar di aplikasi PeduliLindungi. Sehingga masyarakat yang sudah vaksin tidak perlu khawatir, karena akan ada beberapa alternatif, seperti menunjukan kartu vaksin.

“Intinya harus divaksin. Karena memang buat kesehatan, makanya di buat seperti ini penerapannya, biar semua merasa aman, apalagi dalam satu mal,” tegas Novarita.

Sementara itu, pengunjung Mal ITC Depok, Diana Sinta mengatakan, sebelumnya dia tidak dapat masuk ke dalam Mal, karena data vaksinasinya tidak bisa terbaca akibat baru sekali menjalani vaksin, belum terdaftar secara sepenuhnya.

“Jadi saya baru satu kali belum ada nama saya di daftar aplikasi ini. Tapi saya bisa masuk setelah tunjukan bukti surat vaksin pertama,” ucap Diana ditemui di lokasi.

Baca Juga  Dinsos Depok Beri Pelatihan Keterampilan eks Gepeng

Pengunjung lainnya, Julianto mengaku, juga mengalami kejadian sistem error seperti saat melakukan scan barcode untuk membaca data vaksinnya, justru kembali pada menu utama, dan tetap terjadi setelah dicoba beberapa kali. “Nggak tahu kenapa, tapi yang bisa ya lancar saja. Kalau saya kembali ke menu utama,” tutur Julianto.

Terpisah, Marcom Manager Mal Margo City, Reza Ardiananda memastikan jika penerapan protokol kesehatan dengan ketat terus dilakukan. Mengingat Margo selama pandemi selalu menjalani prokes sangat ketat.

“Kami ikuti semua aturan dan peraturannya, ini bentuk dukungan dari kami kepada pemerintah dan menghentikan laju penyebaran covid-19,” tegasnya.

Dirinya membeberkan, akan menerapkan pada jam operasional dari pukul 10.00 sampai 20.00 WIB, tempat makan hanya diperkenankan 25 persen dari kuota yang disediakan, Bioskop, mainan anak dan hiburan masih belum beroperasi, mengunduh aplikasi peduli lindungi dan daftarkan diri, lalu pengecekan suhu tubuh dan masker.

Baca Juga  Dianggap Cacat Aturan, Jayadi Harus Mundur dari Ketua Katar Depok

Beragam upaya lainnya di lakukan Margo City secara rutin, dimulai dengan peningkatan kebersihan di area publik, yang tentunya menjaga higienitas beragam sarana yang digunakan oleh publik di area perbelanjaan. “Mulai dari pembersihan secara menyeluruh pada lift, eskalator, hingga toilet,” terang Reza.

Ia juga menekankan, jika Margo sesuai dengan peraturan meminta kepada pengunjung yang pernah terkonfirmasi atau penyintas wajib menunjukan bukti tes antigen hasil negatif dengan maksimal waktu 1 x 24 jam atau bukti test RT-PCR maksimal 2 x 24 jam, beserta KTP.

“Bukti Antigen/PCR wajib dilengkapi dengan QRcode yang dapat diverifikasi secara digital,” tutup Reza. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR