ketua koni depok
Ketua Koni Kota Depok, Herry Suprianto

RADARDEPOK.COM – Seluruh masyarakat Indonesia wajib mendoakan dan memberikan semangat di partai puncak ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu melawan wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Hari ini, Greysia/Apriyani jadi satu-satunya harapan Tanah Air untuk meraih medali emas, di Musashino Forest Plaza Tokyo.

Keberhasilan masuk final buat Greysia/Apriyani itu sudah menjadi pencapaian tersendiri. Dengan hasil tersebut, ganda putri Indonesia itu sudah dipastikan meraih paling tidak medali perak Olimpiade.

Sebelum Greysia/Apriyani, belum pernah ada ganda putri Indonesia yang mampu mempersembahkan medali Olimpiade. Tentu akan semakin luar biasa jika Greysia/Apriyani langsung sekaligus bisa pulang dari Olimpiade Tokyo 2020 dengan membawa emas.

Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di Olimpiade, cabang Bulutangkis sebelum ini sudah mempersembahkan total 19 medali dengan rincian 7 emas, 6 perak, dan 6 perunggu. Cuma di ganda putri saja medali belum bisa diraih, dan itu dipastikan berubah di Olimpiade Tokyo 2020 seiring pencapaian Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Ketua Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, Herry Suprianto mengatakan, pasangan Greysia/Apriyani ke partai final mencetak sejarah baru bagi Indonesia. Pasalnya, mereka adalah ganda putri Indonesia pertama yang mencapai final di Olimpiade Multi Event. “Ini menjadi catatan penting dan motivasi buat atlet di Pelatnas,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (1/8).

Dia menambahkan, secara teknis permainan, Greysia/Apriyani sudah sangat mumpuni untuk melibas musuh-musuhnya. Tetapi, terdapat sebuah kekurangan Greysia yaitu pada service nya. “Service gracia polli mudah ditebak, dan keseringannya itu membiarkan orang untuk bisa menyerang, soalnya servicenya bukan pendek tapi atas tinggi. Nah itu bisa merugikan kalau musuh tembakannya bagus,” bebernya.

Menurutnya, pasangan ganda putri dari China terbilang sangat baik dalam hal serangan maupun bertahan. Optimisme tetap harus diberikan untuk Greysia/Apriyani agar dapat membawa medali emas.

“Kalau dilihat dari pertandingan yang ada kemungkinan mereka bisa membawa medali emas. Bahkan sangat bisa. Kita berharap gamda putri Indonesia bisa mempersembahkan medali emas sebagai hadiah HUT RI Ke-76,” tuturnya.

Sementara itu, Mantan Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Depok, Qurtifa Wijaya menilai partai final ini, atlet harus lebih fokus guna memperkuat kerjasama tim juga mental. Sehingga emosi bisa dikendalikan selama pertandingan berlangsung.  “Kalau sudah levelnya partai final saya rasa lebih kepada adu mental. Jika dilihat, pasangan kita sufah baik dalam kekompakan,” ucapnya.

Menurutnya, pertandingan final pasangan ganda putri Indonesia melawan China diperkirakan akan berakhir pada rubber game. Dan dimenangkan oleh pasangan Indonesia.

“Daya juang dan semangatnya cukup tinggi. Ini jadi modal. Saya khawatir cedera yang dirasakan Greysia, tapi mudah-mudahan tidak kambuh dan tidak jadi masalah saat bertanding besok,” tandasnya. (daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah 

Editor : Fahmi Akbar