kantor DPRD kota tangerang

RADARDEPOK.COM, TANGERANG – DPRD Kota Tangerang menganggarkan dana hingga Rp 675 juta untuk membeli baju dinas baru di tahun 2021. Data tersebut didapatkan dari situs https://lpse.tangerangkota.go.id/.

Meski masih di masa pandemi virus Korona (Covid-19), anggaran pengadaan baju dinas baru tersebut, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 312,5 juta.

Sekretaris DPRD Kota Tangerang, Agus Sugiono mengaku tidak memantau perbedaan anggaran pada tahun ini dan tahun sebelumnya.

“Itu saya belum lihat perbandingan dengan tahun lalu,” ungkap Agus, Rabu (4/8).

Menurutnya, anggaran sebesar Rp 675 juta itu untuk bahan pakaian 50 anggota dewan di Kota Tangerang. Masing-masing anggota dewan bakal mendapatkan empat jenis pakaian dengan total lima setel pakaian.

Empat jenis pakaian tersebut yakni Pakaian Sipil Lengkap (PSL), Pakaian Sipil Resmi (PSR), Pakaian Sipil Harian (PSH), dan Pakaian Dinas Harian (PDH). Terdapat satu setel pakaian dari setiap jenisnya, kecuali PDH yang akan ada dua setel.

“Untuk 50 anggota dewan itu (ada) empat jenis pakaian, (total) lima setel per orang,” tuturnya.

“Jadi, total 250 setel. PSL kan lengkap dengan dari dan jas, PSR itu yang ada pecinya,” sambung Agus.

Dari seluruh anggaran yang ada, jika dibagi dengan 250 setel pakaian tersebut, tiap bahan pakaian dihargai sebesar Rp 2.700.000. Namun, dia mengeklaim tidak mengetahui besaran harga tiap bahan pakaian tersebut.

“Ya enggak tau, itu kan lelang. Lelangnya gimana, kan saya enggak tau. Harga penawarannya segitu di LPSE,” tuturnya.

Pengadaan pakaian itu, lanjut Agus, dianggarkan dalam satu tahun satu kali. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.

Dilansir dari situsĀ https://lpse.tangerangkota.go.id/, terdapat empat peserta yang memberikan penawaran harga untuk anggaran bahan pakaian DPRD Kota Tangerang itu. E

mpat peserta tersebut, yaitu PT Sarana Karya Syaban senilai Rp 238.425.000, CV Putra Jaya Karta senilai Rp 540.000.000, CV Adhi Prima Sentosa senilai Rp 675.000.000, dan CV Zulfa Bintang Pratama senilai 671.250.000.

Kenaikan yang tak wajar

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) beranggapan, anggaran pengadaan bahan pakaian anggota DPRD Kota Tangerang tahun 2021 yang naik hingga dua kali lipat merupakan hal yang tak wajar.

Sekretaris Jenderal FITRA Misbah Hasan berujar, jenis bahan pakaian anggota DPRD itu perlu dicek terlebih dahulu.

Kenaikan anggaran untuk jenis bahan pakaian yang sama masih dianggap wajar asalkan tidak naik dua kali lipat.

“Kalau sama setiap tahun (jenis bahan pakaian), artinya kalaupun ada kenaikan harga, wajar, tapi sampai naik 100 persen tidak wajar,” papar Misbah dalam rekaman suara, Rabu (3/8).

“Kalau spesifikasi bajunya sama, ada ketidakwajaran di situ. Kalau masa pandemi, ada kenaikan harga wajar, tapi tidak signifikan,” tutur dia. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya