baliho arief poyuono
BONGKAR : Satpol PP Kecamatan Pancoranmas membongkar baliho bergambar Arief Poyuono, yang bertelanjang dada sambil memegang ayam, Kamis (19/8). ist

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – Direktur Lembaga Studi Visi Nusantara (Vinus) Maju, Yusfitriadi, menyampaikan pandangannya tentang maraknya fenomena perang baliho, dengan motif dan orientasi masing-masing.

Pada prinsipnya, siapapun berhak memasang baliho. Selama tidak mengundang konten Sara, diskriminatif, ujaran kebencian, dan mengganggu ketertiban umum.

Menurutnya, secara umum masyarakat sudah memahami bahwa media-media seperti baliho, spanduk, flayer dan semacamnya, dibuat dan dipasang untuk menyampaikan pesan dan spirit yang informatif dan edukatif. Sehingga masyarakat mendapatkan informasi baru dengan adanya pesan2 di media tersebut.

Namun begitu, ada juga baliho yang dibuat dengan pesan yang tak jelas. Sehingga baliho tersebut sangat wajar diturunkan oleh masyarakat atau aparat berwenang. “Tidak terkecuali baliho Arief Poyuono, entah apa orientasinya,” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa baliho tersebut tidak jelas pesan yang disampaikan pada baliho tersebut. Akan tetapi, sah saja selama tidak mengandung konten-konten yang dilarang. “Kalau saya melihatnya sangat tidak wajar dan tidak beretika. Apalagi dengan konten-konten yang memiliki pesan yang tidak jelas,” ungkapnya.

Lanjut dia, satpol PP sangat mungkin membongkarnya dengan alasan etika dan membuat gaduh, atau tidak berizin. Sehingga daripada dirusak oleh warga yang mungkin saja akan memancing kegaduhan, lebih baik Satpol PP yang menurunkannya. Walaupun demikian satpol PP harus mempunyai legal standing yang jelas dalam menurunkan baliho, sehingga dilakukan berdasarkan aspek hukum, tidak bedasarkan yang lainnya. Terlebih dengan alasan yang sangat politis.

“Karena satpol PP bisa saja diadukan ke ranah hukum, jika penurunan baliho tersebut tidak mempunyai legal sranding yang jelas berdasarkan ketentuan dan hukum yang berlaku,” tandasnya.

Sebelumnya, Satpol PP Kecamatan Pancoranmas membongkar baliho bergambar Arief Poyuono, yang bertelanjang dada sambil memegang ayam, Kamis (19/8). Baliho terpasang di area Situ Rawa Besar, Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas.

Dantim Satpol PP Kecamatan Pancoranmas, Ikin mengatakan, pembongkaran diawali adanya laporan warga yang resah. “Memang ada warga yang melapor karena resah. Terlihat di baliho itu fotonya pria tidak pakai baju. Mereka bilang terlihat kurang etis,” ujarnya kepada Radar Depok.

Baliho berlatar merah tersebut tertulis: Baliho Arief Poyuono Dipasang Rakyat Dimana-mana. Arief Poyuono Malu, Karena Rakyat Lagi Susah Cari Duitnya. Arief Poyuono Bukan Capres sudah tiga hari terpampang di Kampung Lio.

Ikin menambahkan, belum diketahui secara pasti motif dibalik baliho berukuran besar itu. Namun, sejumlah warga mengaku risah. Sebabnya, pria yang terpampang pada baliho tersebut tidak mengenakan pakaian lengkap.

“Belum tahu motifnya apa, tapi beberapa warga bilang ini kurang etis dan kalau misalnya gambar di balihonya masih pakai baju mungkin tidak apa-apa,” tukasnya. (rd/cr1)

Jurnalis : Ivanna Yustiani

Editor : Junior Williandro