Bang Has
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, HM. Hasbullah Rahmad. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jalan KSU tengah mendapat intervensi anggaran untuk pelebaran jalan dari Anggaran Pendapata Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat. Tahun 2021, jalan provinsi itu masuk pelebaran tahap kedua dari Kalimulya hingga rel kereta api di perbatasan Kabupaten Bogor.

Untuk mencegah tindak kriminal dan kecelakaan, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, HM. Hasbullah Rahmad mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat segera menganggarkan pemasangan penerangan jalan umum dan marka jalan di jalur provinsi tersebut.

“Jadi Jalan Raya KSU sekarang sedang dilebarkan kembali, diteruskan dari Kalimulya hingga rel kereta api perbatasan Kabupaten Bogor, itu bidang Bina Marga, sekarang saya minta Dishub untuk memasang PJU di aset Pemprov dalam hal ini Jalan Raya KSU, termasuk warning light dan marka jalan,” tutur Hasbullah kepada Radar Depok.

Fasilitas tersebut, sambung Bang Has -sapaanya-, untuk memberikan perhatian bagi para pengguna jalan di jalur KSU, terutama di perempatan dan pertigaan yang mobilitasnya tinggi, seperti di perempatan GDC.

“Karena itu perempatan yang sangat aktif, hidup atau ramai. Jalannya makin mulus dan lebar, tingkat kecelakannya makin tinggi,” ujar Bang Has.

Maka, setelah dirinya memperjuangkan untuk pelebaran Jalan KSU di Depok, Bang Has juga akan memperjuangkan PJU dan marka jalan di jalur provinsi tersebut.

“Itu satu nafas, insha Allah bulan depan (September) akan dilaksanakan pengerjaannya,” kata Bang Has.

Ditanya terkait anggaran untuk pengadaan fasilitas tersebut, Bang Has mengaku belum mengetahui secara detail. Namun, ketika sudah dilaksanakan baru diketahui.

“Nanti bisa kita ditanyakan Pimpro-nya, berapa titik dan berapa anggarannya,” ungkap Bang Has.

Bang Has pun menyambut baik dengan rencana pembuatan PJU dan marka jalan di Jalan KSU. Sebab, dia yang memperjuangkan pelebaran Jalan KSU sejak 2019, untuk tahap pertama dari pertigaan Thole Iskandar hingga Kalimulya.

Kemudian, di 2020 dianggarkan kembali untuk tahap kedua dari Kalimulya hingga perbatasan Kabupaten Bogor. Namun, terefocusing untuk penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat.

“Akhirnya di 2021 dilanjutkan kembali, dari Kalimulya hingga rel kereta perbatasan Kabupaten Bogor untuk pelebaran jalan dan penataan drainase. Setelah itu teranggarkan, saya minta Dishub untuk turun memasang marka jalan dan PJU, karena itu kan satu paket, Jalan KSU itu adalah Jalan Provinsi yang menjadi penghubung antar kota/kabupaten, jadi harus terang, ada marka jalan, line dan lainnya,” pungkas Bang Has. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah