Foto Boks Kinang Putra
SENIMAN: Andi Supardi, saat berada di Sanggar Kinang Putra miliknya, di Jalan Gadog Raya Gang Melati No 51 RT3/7 Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis. FOTO: LUTVIATUL FAUZIAH/RADAR DEPOK

Mengenal Lebih Dekat Pemilik Sanggar Kinang Putra, Andi Supardi (1) 

RADARDEPOK.COM, Darah seni memang sudah mendarah daging pada Andi Supardi (60), dari kakeknya. Sejak 1974, Andi sudah memulai menari topeng di panggung secara otodidak, dan tampil dari kampung ke kampung.

Laporan : Lutviatul Fauziah

Pria kelahiran 1961 ini, meneruskan kakek dan encangnya berjibaku di dunia seni. Terutama tari topeng dan musik gambang kromong. Dikenal sebagai Tari Topeng Cisalak dikalangan penikmat seni.

Sejak 1974, Andi sudah tampil dari panggung ke panggung di kampung. Dia ingat betul, untuk tampil seharian suntuk encangnya dibayar dari Rp75.000 hingga Rp300.000 untuk satu tim. Karena Andi masih pemula, sehingga ia hanya diberi Rp1.500 sekali tampil.

Baginya saat itu bukan uang yang utama. Meneruskan seni Depok memang sudah menjadi kewajiban bagi Andi sebagai penerus kebudayaan dari kakeknya. Semua dipelajari secara otodidak, karena memang sering melihat keluarganya tampil dan berjibaku dalam kesenian.

“Untuk sampai ada di posisi saat ini, saya memang benar-benar mulai dari bawah. Tidak ada sekolah seni, semua otodidak,” ucap ayah tiga anak ini.

Tak heran, tiga anaknya pun turut serta dalam kesenian Betawi yang dia jalankan. Walaupun menurutnya anak ketiganyalah yang paling menonjol bakatnya, dan ikut melatih di sanggar miliknya. Lokasi sanggar memang terpencil, ada di kawasan Cisalak Pasar dan masuk ke dalam gang yang hanya muat satu motor saja.

Tak ada yang menyangka memang, dari situlah dirinya mulai mengembangkan bakat dan keahliannya. Dimana Depok tempatnya dilahirkan dan tumbuh besar. Pihak Kecamatan Cimanggis pun mengakui bahwa Andi sudah berpengalaman di dunia seni, dan sudah ada generasi penerus ketiga dari keluarganya.

“Menurut informasi yang saya dapat, Bokir, Mandra, Omas dan lainnya dahulu memulai kesenian satu rumpun dengannya. Hingga akhirnya berpisah, untuk semakin berkembang,” jelas Sekretaris Kecamatan Cimanggis, Abdul Mutolib.

Tentu ini sangat menjadi kebanggaan Kota Depok, khususnya wilayah Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis. (bersambung)

 

Jurnalis: Lutviatul Fauziah

Editor: M. Agung HR