depok hujan lebat
WASPADA : Cuaca cerah dengan latar belakang langit biru di Kota Depok. BMKG meningkatkan agar masyarakat tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang kemungkinan akan melanda Kota Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Kewaspadaan wajib ditingkatkan masyarakat Kota Depok dari amukan cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bogor dan Depok memastikan masih terjadi hujan lebat pada sore dan malam hari. Diprakirankan hujan deras masih berlangsung sampai Minggu (8/8).

Kepala Staf Iklim BMKG Bogor dan Depok, Indra Gustari menerangkan, hujan lebat Depok akan terjadi beberapa hari ke depan, dengan intensitas tinggi yaitu 109mm/24 jam. Bahkan, mengalahkan curah hujan di Kota Bogor dengan intensitas 102mm/24 jam.

“Ya harus waspada, kami masih melihat akan terjadi intensitas hujan tinggi, di mulai dari Sabtu kemarin (31/07) dan terus sampai beberapa hari ke depan, mungkin sampai Minggu (8/8),” terangnya kepada Harian Radar Depok, Rabu (5/8).

Dia menjelaskan, bukan tanpa alasan pihaknya memberi prediksi hujan lebat disertai petir dan kilat besar akan terjadi di Depok. Sehingga patut untuk diwaspadai dan informasikan pada pihak terkait bersama warga.

Pasalnya, anomali suhu muka laut di Samudera Hindia, perairan Barat Jawa yang masih positif (hangat). Sehingga potensi hujan lebat masih ada untuk beberapa hari ke depan di wilayah Jawa bagian Barat, termasuk Depok, khususnya pada siang dan malam hari.

“Jadi kemarin Depok banjir itu karena intensitas hujan sangat tinggi, di hulunya juga, jadi semakin deras volume air,” kata Indra.

Kejadian banjir yang terjadi di Kota Depok, bukan semata terletak pada hujan deras disertai cuaca ekstrem. Melainkan juga terletak pada saluran dan tanggul yang tidak baik, sehingga dapat menimbulkan bencana Hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

Dia pun meminta kepada pihak terkait untuk menggali informasi terkait perkembangan cuaca, agar dapat disosialisasikan ke masyarakat yang kerap terdampak bencana dari cuaca ekstrem.

“Membersihkan aliran air, memperkuat tanggul, khususnya di wilayah risiko tinggi dan tetap mempertahankan kewaspadaan. Itu yang tetap harus terus dijaga,” tandasnya. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar