realisasi BTT
PERIKSA : Pemeriksaan Swab Antigen dan PCR bagi kontak erat dan suspek di Puskesmas Mampang, Senin (12/7). DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok menyiapkan dana sebesar Rp99 miliar, untuk Biaya Tidak Terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021. Sebagian dana tersebut digunakan untuk percepatan penanganan Pandemi Covid-19.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana mengatakan sampai Juli 2021, dana itu sudah terserap sebesar Rp75,4 miliar. Seluruhnya dipakai untuk menangani masalah korona di Kota Depok.

“Sebenarnya BTT itu tidak seluruhnya untuk Covid-19, tapi sebagian besar untuk penanganan pandemi,” ucapnya kepada Radar Depok, Jumat (13/8).

Nina menjelaskan, dana BTT paling banyak terserap untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) pada November 2020 sampai Juni 2021. Sebesar Rp40,1 miliar.

Selain itu, juga dimanfaatkan untuk operasional Wisma Makara UI, perlengkapan pemulasaran jenazah dan relawan. Kemudian, sambung Nina, pelaksanaan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pengadaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), serta alat kesehatan (alkes) di RSUD Kota Depok.

“Disamping itu juga sebesar Rp7 Miliar anggaran BTT untuk penanganan bencana alam, lalu pembayaran santunan kematian dan bantuan sosial bencana alam,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nina menyebut, Pemkot Depok berencana menambah dana untuk penanganan Covid-19, guna menunjang anggaran BTT tersebut. Rencananya akan dianggarkan dalam APBD Perubahan tahun ini.

Namun, dirinya belum mengetahui besaran anggaran yang diperlukan. Saat ini masih dalam proses menghitung kebutuhan anggaran. “Semua Perangkat Daerah (PD) anggarannya pasti terkena refocusing (pengalihan) untuk APBD Perubahan,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah mengatakan penggunaan anggaran BTT sebesar Rp99 miliar dirasa tepat. Pihaknya mendukung Pemkot Depok merealisasikan anggaran tersebut untuk penanganan Covid-19.

“Termasuk untuk bansos logistik Isolasi Mandiri (Isoman) juga ada. Per semester satu tahap anggaran yang dikucurkan Rp177 juta, sudah tiga tahap yang telah disalurkan melalui kecamatan setempat,” ucapnya.

Kata Hamzah, perhatian terhadap nakes harus didahulukan, sebagai garda terdepan melawan Covid-19. Untuk itu, insentif nakes diperlukan sampai wabah virus Korona bisa terkendali.

“Alhamdulillah Pemkot juga konsen memberikan penghargaan kepada nakes, yang pagi, siang, sore hingga malam, tidak tidur,” katanya.

Mengenai rencana penambahan dana BTT melalui APBD Perubahan, lanjut Hamzah, pihaknya meminta kepada pemkot agar memprioritaskan realisasi untuk penanganan dan penanggulangan virus berbahaya ini.

“Nanti kan ada pergeseran berdasarkan Permendagri terkait kebutuhan pemerintah, butuh berapa dan nilainya berapa. Mereka sebagai tim eksekutor dan pelaksana yang menentukan. Kita mungkin akan membahas ketika pemerintah meminta tambahan anggaran untuk BTT,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro