cs jaksa gadungan
JAKSA GADUNGAN : Jajaran Kejaksaan Agung RI bersama tim Kejaksaan Depok dan Cibinong saat mengamankan seorang terduga pelaku dalam kasus jaksa gadungan, di kawasan Puncak Bogor. IST

RADARDEPOK.COM – Setelah Rully Nuryawan diringkus sebagai jaksa gadungan. Kejaksaan Agung bersama dengan Kejaksaan Negeri Depok memburu teman sejawatnya. Sabtu (28/8) dini hari, MB yang menjadi teman Rully berhasil ditangkap di salah satu hotel kawasan Puncak Bogor.

Kasubdit Pengamanan Sumber Daya Organisasi Jamintel Kejagung, Atang Pujiyanto menjelaskan, pengamanan MB atas pengembangan dari Rully yang telah diamankan pihak Kejaksaan terlebih dahulu.  Karena telah melakukan tindak penipuan sebesar Rp2 miliar, yang mengaku-ngaku sebagai jaksa gadungan. “Kalau MB ini setelah kita dalami, diduga turut serta membantu proses penipuan tersebut. Itu menurut tersangka Rully,” katanya kepada Harian Radar Depok, Sabtu (28/8).

Pada saat melakukan pengamanan, terduga pelaku tidak melakukan perlawanan dan bersedia diamankan petugas. Pengamanan dilakukan bersama Kejaksaan Negeri Depok dan Kejaksaan Negeri Cibinong “MB nemang bersedia di bawa petugas, sekaligus ingin bertemu saudara Rully untuk konfirmasi,” terangnya.

Dari hasil pengembangan dan pengakuan Rully, MB diduga menerima uang Rp600 juta hasil kejahatan penipuan yang dilakukannya. Bahkan MB didandani Rully untuk menjadi Jaksa. “Jadi MB memperkenalkan korban dan Rully. Lalu setelah Rully di wawancara, katanya MB terima Rp600 juta,” terang Atang.

Sebelumnya, Kejaksaan telah mengamankan Rully Nuryawan (53) berdomisili di Cinere, Kota Depok, pada 24 Agustus lalu, di salah satu hotel di Semarang, Jawa Tengah. Diketahui Rully mengaku sebagai anggota jaksa, untuk melancarkan aksi penipuannya pada seorang pegawai Bank BJB atas nama Asep senilai Rp2 miliar.

“Jadi modusnya, Rully ini mengaku jaksa utama atau jaksa bintang satu nawarin proyek di Bank Jabar senilai Rp40 miliar. Dia minta uang muka untuk jasa Rp2 miliar dan langsung diberikan korban,” kata Atang.

Atang melanjutkan, korban mulai curiga karena selama 6 bulan proyek yang dijanjikan Rully sang jaksa palsu tak kunjung terealisasi. Korban sempat meminta uangnya kembali, namun tak direspons.

“Itu korban dan tersangka ketemu transaksi pada September 2020 lalu. Korban curiga, 6 bulan proyek yang dijanjikan tak ada kabar, terus minta uangnya kembali. Tapi Rully justru sudah tak bisa dihubungi lagi sehingga membuat korban akhirnya melapor.” tutup Atang. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar