Data DTKS depok
ILUSTRASI: Distribusi BST Tahap Ketiga dan Keempat di Kantor Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, beberapa waktu lalu. FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok telah menyelesaikan verifikasi ulang data Bantuan Sosial (Bansos) pada Minggu (1/8) dini hari. Artinya, Kementerian Sosial (Kemensos) dapat mempercepat pemberian bantuan, apalagi Kemensos sendiri yang meminta percepatan perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara nasional.

Kepala Dinsos Kota Depok, Usman Haliyana mengatakan, perbaikan dan percepatan DTKS ini berdasarkan permintaan dari Kementerian Sosial secara nasional. Sebanyak 152.775 jiwa telah berhasil diverifikasi.

“Alhamdulilah, akhirnya percepatan dan perbaikan DTKS di Kota Depok sebanyak 152.775 jiwa bisa selesai sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (1/8).

Usman menambahkan, angka tersebut menjadi yang tertinggi kedua di Provinsi Jawa Barat. Data yang dilakukan perbaikan diantaranya tidak ditemukan, pindah, data ganda, invalid, dan meninggal, kemudian diusulkan agar di hapus. “Ada juga data yang tidak punya E-KTP, karena tidak ada Nomer  Indui Kependudukan (NIK),” bebernya.

Adapun, lanjut Usman, pencapaian ini tentunya tak lepas dari dukungan lintas sektor yang telah bersinergi selama sebulan penuh. Beberapa waktu lalu pihaknya juga telah memberikan pelatihan kepada setiap kecamatan dengan teknik pengisian perbaikan data tersebut.

“Hal ini terwujud atas dukungan dari para  pimpinan Kota Depok, merupakan kerja bersama dan kerja keras teman-teman Dinsos, Disdukcapil, para camat, sekcam, lurah, fasilitator Kelurahan/puskesos, dan stakeholder lainnya. Kami ucapkan banyak terima kasih,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial, Harry Maulana menjelaskan, mekanisme perbaikan  DTKS diantaranya memperbaiki NIK yang tidak valid dengan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).  “Perbaikan data dilakukan secara online melalui aplikasi SIKS NG online. Tahap selanjutanya menunggu arahan dari Kemensos,” tandasnya. (daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor: Fahmi Akbar