DEEP Indonesia
DISKUSI: Deputi Direktur DEEP Indonesia, Eko Wardaya saat mengadakan diskusi. FOTO : Dok. DEEP Indonesia

RADARDEPOK.COM, DEPOK–  Isu menunda jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ke 2027. Hal ini ironi lantaran muncul di tengah bangsa Indonesia tengah merayakan Hari Kemerdekaan ke-76. Untuk itu, Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia meminta agar wacana penundaan tersebut dihentikan.

Seperti yang disampaikan, Deputi Direktur DEEP Indonesia, Eko Wardaya. dia mengatakan, munculnya wacana penundaan pemilu tahun 2024 menjadi 2027 bukan hanya inkonstitusional tapi juga menciderai semangat reformasi.

“Seharusnya mereka yang membuat wacana malu pada pahlawan reformasi yang gugur. Mereka yang sekarang duduk di kursi empuk pejabat harus sadar kenapa mereka bisa ada disitu,” ucap Eko dalam melalui siaran pers yang diterima Radar Depok, Minggu (22/8).

Eko mengungkapkan, kondisi ini sangat memprihatinkan di tengah masih lekatnya perayaan 76 tahun Negara Republik Indonesia.

“Saya khawatir ada kepentingan oligarki dalam wacana tersebut. Untuk mengokohkan kedudukan sekelompok orang entah posisi ekonomi maupun politik,” ungkapnya.

Ia berpendapat, di saat banyak pihak merefleksi perkembangan demokrasi di Indonesia, tapi saat itu pula ada pihak melempar wacana untuk menguji dan mencari celah, yang ujung-ujungnya amandemen konstitusi. Sebab, tidak ada jalan lain untuk mengakomodir wacana tersebut.

“Ini berbahaya,” tegas Eko.

Maka, Eko Wardaya menambahkan,  sudah seharusnya wacana penundaan Pemilu 2024 dihilangkan dan meminta media untuk mendukung langkah DEEP Indonesia dengan tidak memberitakan lagi wacana tersebut.

“Goncangan sosial rakyat akibat pandemi sudah cukup jangan ditambah lagi goncangan politik lanjutan. Apalagi Indonesia masih berada dalam peringkat memprihatinkan sebagai negara gagal berdasarkan laporan Fragile State Index 2021,” pungkasnya.

Eko berpesan lebih baik semua pihak sama-sama mempersiapkan Pemilu tahun 2024 dengan matang sekalipun pandemi belum akan berakhir. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah