infak potongan bansos
MERESPON : Dodi Rohendi, warga RT01/10 Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis menunjukkan rekaman percakapan dirinya dengan Ketua RT dari telepon genggamnya, Minggu (1/8). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Seorang warga RT01/10 Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis mendapat ancaman dari Ketua RT pasca menolak dana Bantuan Sosial Tunai (BST) miliknya dipotong sebesar Rp200 ribu. Dalihnya, untuk berbagi kepada warga yang tidak mendapatkan bansos.

Seorang warga RT01/10 Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis yang diancam, Dodi Rohendi mengatakan, sudah tiga kali dirinya mendapatkan BST dari Pemerintah, dan mengambil langsung ke Kantor Pos. Setelah menerima haknya, dia diminta berkontribusi menyumbangkan uang.

“Bansos pertama dapet Rp300 ribu, diberitahukan RT untuk menyumbang, dia bilang seikhlasnya tapi yang lain saja Rp50 ribu untuk masjid. Sesudah itu saya dapat lagi tahap selanjutnya Rp600 ribu, lalu tanpa pemberitahuan, diminta sumbangan Rp 400 ribu,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (1/8).

Dirinya mengaku, tidak ada pemberitahuan di awal dari pengurus lingkungan setempat terkait pemotongan bansos. Khususnya pada bantuan yang diterimanya sebesar Rp600 ribu. Merasa potongannya terlalu besar, dia menolak memberikan sumbangsihnya.

“Saya tidkk kasih, karena terlalu besar. Pas saya ambil surat undangan bansos, RT bilang duitnya yang Rp600 ribu nanti kasih ke RT Rp400 ribu buat ngasih ke yang belum dapat,” bebernya.

Lantaran tiga kali berturut-turut tidak mau dipotong, lanjut Dodi, Ketua RT mengancam akan mempersulit keperluan dirinya, termasuk dalam mengurusi BST dari pemerintah. Dodi juga sempat menunjukkan hasil rekaman percakapan dirinya dengan Ketua RT setempat yang menantang agar melaporkan kejadian tersebut ke Kemensos.

“Saya sampai dibilang gamau urusin apa-apa lagi sama pak RT kalau gamau dipotong. Hidup aja sendiri tidak usah berwarga, bulan depan kalau dapet (BST) ambil sendiri urusin sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT01/10 Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Rohadi menjelaskan, masyarakat yang mendapatkan BST memang menyumbangkan kepada dirinya. Alasannya guna meringankan beban warga tak mendapat bantuan.

“Secara lisan disampaikan ke masyarakat. Ada yang memberi Rp100-200 ribu. Kalaupun tidak, gak jadi masalah. 14 warga yang menyumbang, terkumpul Rp2.8 juta, satu warga Rp200 ribu,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Ketua RW10 Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Nurdin menuturkan untuk mengakomodir warga yang tidak menerima BST, pihaknya membuat kebijakan secara lisan. Yang disepakati oleh pengurus lingkungan beserta tokoh masyarakat.

Nurdin menegaskan, tidak ada yang namanya pemotongan bansos. Hanya sebatas berbagi dan berinfak saja serta sifatnya imbauan secara lisan.

“Salah informasi, tidak ada pemotongan bansos. Adanya berinfak dan berbagi untuk warga yang tidak dapat bansos,” katanya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya