Vaksinasi Pelajar SMPN 11 Depok
MENINJAU: Walikota Depok, Mohammad Idris bersama Kepala BIN Jawa Barat, Brigadir Jendral TNI Agus Purwanto, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau vaksinasi pelajar di SMPN 11, Kecamatan Tapos, Kamis (19/8). FOTO: LUTVIATUL FAUZIAH/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Depok yang sudah mengikuti vaksinasi baru mencapai 23 persen, dari total jumlah 58.989 pelajar di sekolah negeri dan swasta. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin ketika mengikuti vaksinasi massal di SMPN 11, Kecamatan Tapos, Kamis (19/8).

Thamrin menuturkan, sangat mengapresiasi BIN dengan adanya kegiatan vaksinasi massal untuk pelajar ini.

“Awalnya 500 sasaran, tetapi akhirnya ditambah menjadi 1.000 pelajar hari ini. 700 untuk pelajar SMPN 11, dan 300 untuk SMPN 16 Depok,” ucap Thamrin kepada Radar Depok, Kamis (19/8).

Selain itu, Disdik bersama Dinkes juga merencanakan vaksinasi pelajar di seluruh wilayah di Kota Depok. Dinkes akan berkoordinasi dengan provinsi untuk ketersediaan vaksin. Ia menyebut, dari jumlah pelajar SMP negeri atau pun swasta di Kota Depok berjumlah 58.989 pelajar ditargetkan minimal 70 persen. Diharapkan, bisa segera memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Namun, saat ini baru 23 persen pelajar di Kota Depok yang sudah divaksin. Saat ini, kami masih menunggu ketersediaan vaksin, karena memang bagi pelajar hanya menggunakan vaksin jenis sinovac,” jelasnya.

Thamrin berharap, Minggu depan pelaksanaan vaksin bisa dilaksanakan di Kecamatan-Kecamatan lainnya.

Di tempat yang sama, Kepala BIN wilayah Jawa Barat, Brigjen TNI Dedi Agus Purwanto menerangkan, kegiatan ini serentak dilaksanakan di beberapa daerah, dan secara teleconference bersama dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Hari ini target vaksinasi yaitu 5.000 sasaran se-Jawa Barat. Untuk Kota Depok sendiri ada tiga lokasi, yaitu SMPN 11 Depok untuk para pelajar, dan wilayah Kecamatan Tapos serta Sukmajaya secara door to door,” ucapnya kepada Radar Depok.

Dirinya menyebut, kegiatan ini serentak dilaksanakan sebagai upaya percepatan vaksinasi. “Untuk yang disabilitas, atau masyarakat lainnya kami datangi secara langsung untuk vaksin. Kami meminta data dari masing-masing kelurahan untuk masyarakat yang belum vaksin,” tandasnya. (rd/tul)

 

Jurnalis: Lutviatul Fauziah

Editor: M. Agung HR