jembatan citayem
PEMBANGUNAN DIKEBUT : Salah satu titik pembangunan Jembatan baru di Jalan Pertanian Hek Kecamatan Cipayung yang menelan anggaran sekitar Rp1,3 miliar. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, terus geber pembangunan infrastruktur. Sebanyak 19 titik proyek jalan dan pembangunan jembatan jadi fokus utama DPUPR. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas di Kota Depok.

Kepala DPUPR Kota Depok, Dadan Rustandi mengaku, akan mempercepat infrastruktur pelebaran jalan serta jembatan baru yang tersebar, di seluruh kecamatan Kota Depok. Ada yang sudah berjalan, ada yang masih dalam proses lelang.

“Salah satunya yang sudah di kerjakan jembatan baru di Jalan Pertanian Hek Cipayung, disana memang kerap macet jadi dibuat jembatan baru untuk urai kemacetan,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (19/8).

Pekerjaan sudah ada yang berjalan sejak minggu lalu setelah menangkan tender, langsung dikerjakan. Hal ini sesuai aturan dan peraturan yang berlaku. Sebanyak 19 pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan, seluruhnya berasal dari program dan usulan pemerintah kota (Pemkot) dalam meningkatkan pelayanan bidang transportasi jalan. “Saya sangat menekankan untuk di selesaikan secara baik dan benar, sesuai ketentuan, dan tepat waktu penyelesaiannya,” tegas Dadan.

Dia menambahkan, terkait pekerjaan jembatan baru di Jalan Pertanian Hek Cipayung. Biaya yang digelontorkan sekitar Rp1,3 miliar dengan lama waktu pekerjaan selama 160 hari kerja.

Mendengar pemerintah Kota Depok melakukan percepatan infrastruktur, warga Jalan GDC, yang berdomisili di Jalan Mandor Samin, Kelurahan Kalibaru, Mijaya menyayangkan lambatnya perbaikan jalan dan jembatan GDC, yang seharusnya menjadi prioritas karena menjadi jalan aktif. “Seharusnya diprioritaskan soalnya itu kan bencana, tapi sampai sekarang belum tersentuh sedikit pun,” tegasnya.

Dia melanjutkan, akibat tidak tertangani perbaikan jalan dan jembatan GDC, kini pengendara roda dua sudah menerobos jalan yang longsor melalui sisi jalan. Hal tentu sangat membahayakan pengendara.

“Jalan longsor sudah di lewatin motor sekarang, pengendara pada menerobos. Tidak menutup kemungkinan adanya longsor susulan, yang bisa mengancam masyarakat yang beraktifitas di sekitar,” tandasnya. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar