banjir sukatani
KEBANJIRAN : Warga di RT4/22 Sukatani Kecamatan Tapos sedang menyelamatkan diri dari kebanjiran. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Hujan deras yang melanda Kota Depok mengakibat banjir di dua RT Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos Kota Depok, Minggu (1/8). Banjir setinggi satu meter diakibatkan material longsor di RT3/10 Sukatani, hingga menyumbat aliran air. Belum diketahui berapa kerugian akibat banjir dan apakah ada korban jiwa.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Depok, Muhammad Romdoni mengatakan, wilayah RT4/22 Sukatani terdampak banjir, akibat daerah perbatasan dengan RT3/10 yang mengalami longsor. “Karena kehambat material longsoran, jadi air naik dan menyebabkan banjir. Kejadian dari sore jam 4-5 an. Kami sampai pas Maghrib,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, Minggu (1/8).

Dia menambahkan, air tersebut merendam ratusan rumah di wilayah RT4/22 maupun di RT3/10 Sukatani, Tapos. Pihaknya langsung bersiaga melakukan sejumlah upaya evakuasi dan pertolongan. “Di RT3/10 itu 40 kepala keluarga (KK) atau 140 jiwa terdampak. Sementara RT4/22 baru terdata 106 KK, masih kemungkinan bertambah lagi, baru KK belum di total jiwa, jika dikalikan tiga orang per KK bisa sampai 300-an jiwa,” bebernya.

Adapun, lanjut Doni, untuk sementara para relawan sedang mengassesment (Mendata) sambil mencari logistik makanan. Sebagai upaya agar para korban tidak kesulitan konsumsi.

“Dari Damkar, Tagana, dan SDA sudah turun. Saya lagi nunggu teman assesment hasil akhirnya seperti apa. Cuma untuk pertama kami akan mengirim logistik makanan seperti beras, minyak, mi,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pengkerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Dadan Rustandi menjelaskan, Satgas Banjir Sumber Daya Air (SDA) sudah turun ke lokasi. Terdapat dua tim disiagakan. “Dua tim sudah di lokasi, ada 12 satgas yang turun bersama warga,” katanya.

Belasan satgas itu bersama warga sekitar, berupaya membersihkan material longsor untuk memperlancar aliran air. “Mengangkuy material longsotaj di kali saat ini, agar aliran air lancar,” tandasnya.(daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah 

Editor : Fahmi Akbar