Ilustrasi Grafis Narkoba
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Polres Metro (Polrestro) Depok mengamankan dua orang terduga pelaku, dan memeriksa enam saksi. Penangkapan ini hasil mengembangkan kasus penyekapan, yang menimpa pengusaha asal Depok, Handiyana Sihombing.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes menerangkan, kedua terduga pelaku tersebut diamankan setelah korban berhasil melarikan diri. Dan meminta bantuan kepada sekuriti hotel, setelah diamankan pihak kepolisian guna membuat laporan.

“Iya benar ada kejadian yang diduga penyekapan pada Jumat 27 Agustus lalu. Dari sana kita amankan dua korban yang berstatus suami istri dan 2 orang terduga pelaku,” terangnya kepada Harian Radar Depok, Senin (30/8).

Dia membeberkan, atas dasar keterangan yang dilakukan kepolisian, terdapat tujuh orang saat kejadian. Namun, masih dilakukan pendalaman terkait orang tersebut. Sejauh ini juga telah diperiksa sekitar enam saksi untuk melakukan pengembangan. “Saksi ada dari sekuriti hotel, dan masih terus lakukan pendalaman,” tegas Yogen.

Menurutnya, tidak ada kekerasan dalam penyekapan tersebut hanya dilakukan pengancaman jika kabur atau keluar dari kamar. Dari pengembangan, diketahui pihak perusahaan menyewa tiga kamar, yang satu menjadi TKP penyekapan. Dan dua lagi untuk tempat pihak perusahaan. “Telah diamankan barang bukti berupa cctv dan kunci hotel,” tambahnya.

Kejadian awalnya, kata Yogen berlangsung di kantor, namun tidak kunjung menemukan solusi. Lantas, pihak perusahaan mengajak korban untuk menginap di hotel dengan unsur paksaan sehingga korban bersedia. Hal itu berlangsung selama tiga hari.

“Saat dugaan penyekapan itu, pihak perusahaan  minta untuk menunjukan aset yang diduga hasil penggelapan, baik rumah, kendaraan, untuk kemudian disita pihak perusahaan. Totalnya atas keterangan yang didapat sekitar Rp73 miliar,” katanya.

Namun, ditekankan Yogen jika pihaknya menangani kasus dugaan penyekapan bukan kasus pengelapan uang perusahaan tersebut, karena kejadiannya bukan di Kota Depok. Tapi jika benar terjadi penyekapan, berarti pelaku terjerat pasal 333 dengan hukuman ancaman paling lama 8 tahun. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar