boks ivana 1
KOMPAK : Komunitas Depok Latte Art (DLA) usai berkumpul dengan anggotanya sebelum pandemi Covid-19. IST

RADARDEPOK.COM – Dunia kopi saat ini sedang booming-boomingnya. Berawal dari kompetisi bertajuk Latte Art, Founder Komunitas Depok Latte Art (DLA), Fuji Yanto dan Ahmad Amirudin beradu taji dalam kompetesi tersebut.  Hasilnya, Fuji berhasil meraih juara tiga.

Laporan: Ivanna Yustiani

Industri kopi di tanah air sedang berkembang pesat. Kedai kopi menjamur pun dimana-mana, mencari tempat ngopi pun sangat mudah di Kota Dedok. Seiring perkembangannya, begitu cepat penikmat kopi juga kian bertambah.  Tak sedikit  orang yang benar-benar paham, dengan seluk beluk kopi.

Salah satunya Komunitas Depok Latte Art yang hadir di tren-tren kopi saat ini. Nama komunitas bermula, saat Fuji Yanto dengan temannya Ahmad Amirudin mengikuti lomba membuat Latte Art Se-Jabodetabek. Baru mulai ikut kompetisi, Fuji berhasil meraih juara tiga. Kemenangan di dapat bermodal keinginan untuk membangun kursus latte art.

Ketertarikan dengan latte art semakin penasaran. Dengan melakukan konsultasi kepada barista-barista yang lebih memiliki banyak pengalaman. Lalu, dibangunlah sebuah komunitas yang bernama Depok Latte Art, yang merupakan kumpulan barista-barista di Depok.

“Sebenarnya sudah ada dibenak untuk buat komunitas ini, saya juga sudah punya konsep. Sebelum membangun ini saya minta izin dulu sama barista yang lebih berpengalaman. Setelah disupport, langsung saya dirikan komunitas ini,” ujar Founder Komunitas Depok Latte Art, Fuji Yanto.

Sudah enam tahun Fuji melintang di dunia perkopian, sehingga sudah paham beraneka ragam jenis kopi. Seperti espresso, americano, cappuchino dan lain sebagainya. Hanya butuh 1 wajtu untuk mempelajari latte art. “Saya sudah enam tahun di dunia kopi, dan satu tahun belajar latte art ini,”  tandasnya.

Hadirnya Komunitas Depok Latte Art bertujuan sebagai wadah para pecinta kopi ataupun barista agar saling mengenal lebih dekat. Saling tukar pikiran, informasi dan relasi dalam dunia kopi. (bersambung)

Editor : Fahmi Akbar