suram korea selatan
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Kehidupan orang Korea Selatan kerap dilihat melalui serial dramanya, kita pasti akan membayangkan kehidupan yang serba romantis dan menyenangkan. Apalagi dibarengi dengan teknologi yang sudah sangat maju yang dibarengi dengan budaya tradisional yang juga masih banyak diterapkan.

Tapi apa kamu tahu, kalau menurut OECD Better Life Index, Korea Selatan termasuk salah satu negara yang menduduki peringkat terendah dalam tingkat kebahagiaan warganya? Berikut rangkuman tentang kehidupan di Korea Selatan.

1. Sangat kompetitif dalam segala hal

Meski hanya diceritakan sedikit di drama, kalian pasti sudah sedikit paham kalau orang Korea Selatan memang sangat kompetitif dalam segala hal. Bukan hanya bidang akademik saja tapi juga dalam bidang olahraga bahkan penampilan.

Misalnya, dalam sebuah kelas, jika kita mendapat nilai 90 tapi orang-orang lain mendapat nilai 95, maka nilai kita di rapot akhir tidak keluar sebagai A tapi B atau C, karena dibandingkan orang lain nilai kita lebih buruk. Karena sistem yang demikian, akhirnya orang Korea lebih terfokus untuk saling berkompetisi dengan orang lain dibandingkan belajar untuk dirinya sendiri.

Tidak peduli kalau kita dapat nilai hanya 60, asalkan orang lain dapat lebih rendah dari kita.

2. Tidak ada namanya bersantai

Berhubungan dengan fakta jika orang Korea memang sangat kompetitif, membuat mereka dikenal dengan budaya yang ‘cepat-cepat’ dan menyebabkan mereka tidak bisa bersantai. Seluruh hal yang mereka lakukan harus sesuai dengan jadwal yang telah diterapkan, coba saja kalian mengunjungi stasiun subway di pagi hari atau saat jam kerja, kalian pasti bisa melihat pemandangan orang-orang yang berlari ke sana dan ke mari tanpa memperhatikan hal disekitarnya.

Hal yang ada di pikiran mereka adalah bagaimana mereka bisa sampai tepat waktu, hidup mereka serasa terus dikejar waktu yang dapat mengakibatkan tekanan pada hidup orang sehari-harinya.

3. Harus melewati musim dingin yang berat setiap tahunnya

Kalau lihat lewat drama aja, kita pasti sering beranggapan kalau musim dingin itu musim yang indah dan romantis. Namun pada kenyataannya, musim dingin adalah salah satu musim yang berat jika intensitas salju yang turun sudah terkontrol.

Memang gak separah di Rusia, tetapi musim dingin di Korea Selatan juga cukup berat. Apalagi jika debu kuning dari gurun-gurun di Mongol sudah mulai terbawa oleh badai dan angin yang kencang. Selain itu, musim dingin yang berat dapat menyulitkan hidup banyak warga dan membuat mereka tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

4. Standar kecantikan yang juga tidak realistis

Kalau berpikir tentang orang Korea, kita pasti langsung teringat dengan para selebritinya yang ganteng dan cantik seperti di drama. Memang gak ada yang salah dengan menjadi orang yang rupawan, tapi kalian tau gak sih kalau Korea Selatan ini sudah sangat terpaku dengan standar kecantikan tertentu sehingga mereka jadi sangat terobsesi dengannya.

Sampai sampai, mereka yang dianggap tidak memenuhi standar tersebut diperlakukan berbeda dengan mereka yang dianggap sesuai. Akhirnya orang-orang lebih memutuskan untuk mencari cara instan dengan melakukan operasi plastik dan melakukan berbagai cara asalkan bisa tampil cantik.

5. Standar akademik yang tidak realistis

Kalian pasti sudah sering melihat drama seperti School 2015 dan Sky Castle, betapa kompetitifnya siswa SMA saat bersaing untuk masuk ke perguruan tinggi yang bagus. Memang terlihat tidak mungkin, tapi kebanyakan kehidupan seorang siswa di Korea Selatan memang seperti itu.

Anak-anak SMP atau SMA, mereka tidak akan pulang rumah di bawah jam 10 malam. Apa yang mereka lakukan? Tentu saja mereka harus belajar, belajar dan belajar. Les sudah bukanlah pilihan, tapi kewajiban.

Pulang dari les pun mereka pasti akan kembali belajar sampai larut malam sebelum pergi tidur. Karena hal itu, akhirnya banyak dari mereka yang tidak bisa menikmati hidup dan masa remajanya karena selalu ditekan dengan tuntutan belajar dan menjadi yang terbaik.

6. Praktek senioritas yang juga mengakibatkan bullying

Orang Korea Selatan memang sangat menjunjung tinggi yang namanya budaya menghormati seseorang yang lebih tua atau superior. Memang baik sih, namun terkadang budaya ini malah disalahgunakan.

Hal tersebut gak jarang mengakibatkan terjadinya tindak bullying, lho. Seperti yang kita tahu, bullying sangatlah umum terjadi di kalangan orang Korea, terutama mereka yang masih sekolah dan kuliah. Umur atau tingkatan adalah hal yang penting bagi mereka, di mana yang tua atau bertingkat tinggi bisa seenaknya mem-bully mereka yang ‘dibawahnya’.

7. Tingginya kesenjangan sosial

Di Korea Selatan juga terdapat kesenjangan sosial yang cukup besar. Tingkat sosial sangatlah penting dan mereka yang di atas, lagi-lagi, bisa seenaknya menggunakan kekuasaan yang mereka miliki untuk mem-bully orang-orang yang menurut mereka berada di bawah.

8. Kesenjangan dalam pendapatan

Dengan kemajuan industri dan teknologi sekaligus pesatnya perkembangan dunia entertainment, Korea Selatan bisa dibilang sebagai negara yang makmur karena pertumbuhan ekonominya yang sangat baik.

Akan tetapi, kekayaan itu tidak terbagi rata dalam negaranya. Kesenjangan dalam pendapatan sangatlah tinggi dan mereka yang ada di bawah sudah tidak mungkin rasanya bisa berkompetisi dengan mereka yang ada di atas.

9. Masih sedikit tertutup

Meskipun bisa dibilang negara yang demokratis dan maju, masih ada beberapa bagian dari Korea Selatan yang agak tertutup dan konservatif. Banyak dari warganya yang tidak bisa lepas dari jerat sosial dan politik dan tidak bisa dengan bebas mengutarakan isi hatinya. Terutama mereka yang posisinya rendah dalam tingkat sosial dan ekonomi.

10. Perseteruan dengan Korea Utara yang tak kunjung usai

Merupakan rahasia umum jika hingga sekarang konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan tidak kunjung berhenti. Meskipun situasi bisa dibilang aman saat ini, tekanan dari Korea Utara bisa datang kapan saja.

Maka dari itu, untuk mempersiapkan hal ini, semua pria di Korea Selatan yang sudah memenuhi persyaratan harus mengikuti wajib militer selama 18 bulan. Karena ketegangan politik ini, banyak dari kaum pria di Korea Selatan yang stres karena harus berhenti sekolah atau berhenti bekerja sementara untuk mengikuti wajib militer, dan sebagainya. Sampai-sampai, banyak yang memutuskan untuk pergi meninggalkan Korea agar mereka tidak harus ikut wajib militer itu.

11. Tingginya tingkat stres di Korea Selatan

tingkat stres di Korea Selatan sangatlah tinggi. Seperti yang sudah kita ketahui, banyak sekali tekanan yang harus dialami orang-orang Korea dalam hidupnya sehari-hari. Hingga saat ini, Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan tingkat bunuh diri paling tinggi di dunia. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya