dosen up sedang menjalani sidang disertasi IPB
SIDANG ONLINE : Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila (UP), Aprilianti Pratiwi berhasil meraih gelar Doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa (10/8). Dok Pribadi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila (UP), Aprilianti Pratiwi berhasil meraih gelar Doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa (10/8).

Kepastian ini setelah dirinya mampu mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘Komunikasi Narasi dalam Gerakan Perlawanan Petani di Karawang, Jawa Barat.’

Aprilianti mengatakan, tingginya angka konflik di Indonesia yang disertai dengan diskriminasi terhadap petani membuat petani melakukan aksi-aksi kolektif yang ekstrem. Salah satu aksi ekstrem yang dilakukan petani adalah yang dilakukan oleh petani STTB (Serikat Tani Teluk Jambe Bersatu).

Mereka sampai rela melakukan aski jalan kaki dari Karawang ke Jakarta dan aksi kubur diri di depan Istana Negara demi menuntut hak. Aksi-aksi ekstrem tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas dirampasnya lahan mereka oleh PT Pertiwi Lestari,” terangnya kepada Radar Depok, Kamis (12/8).

Lebih lanjut, ia dalam disertasinya menemukan bahwa terdapat empat narasi yang ditemukan dalam gerakan perlawanan petani Karawang. Yaitu, narasi provokasi, narasi folklore/cerita rakyat, narasi intimidasi dan iming-iming, serta narasi pesimsitis.

Kata dia, narasi provokasi dan narasi folklore/cerita rakyat adalah narasi yang dibangun oleh pimpinan petani, aktivis dan petani. Narasi-narasi tersebut menjadi kekuatan bagi para petani untuk terus berjuang. Sementara intimidasi dan iming-iming serta narasi pesimsitis adalah narasi yang dibentuk oleh pihak PT Pertiwi Lestari, keluarga petani dan petani.

Adanya kesamaan nasib dari para petani ini membuat mereka semakin solid untuk melawan. Perlawanan mulai dilakukan dengan mendirikan paguyuban petani hingga akhirnya menjadi sebuah serikat tani, STTB. Adanya kesamaan nasib dan kesamaan musuh membuat para petani semakin kohesif. Kohesivitas ini tebentuk karena adanya tema-tema fantasi yang berkembang dalam serikat tani STTB,” tuturnya.

Pada proses penyelesaian studinya, Aprilianti mendapatkan beasiswa LPDP BUDI DN dari Kementrian Keuangan RI. Ia menyelesaikan disertasi di bawah bimbingan Dr. Ir. Sarwititi Sarwoprasodjo, MS., Prof. Dr. Endriatmo Soetarto, MS., dan Dr. Nurmala K. Panjaitan MS., DEA.

Ia berhasil mempertahankan disertasinya setelah diuji oleh Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si yang merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran dan Dr. Dwi Retno Hapsari, SP., MSi, dosen SKPM IPB.

Terdapat beberapa kebaruan dalam disertasi yang ditulis oleh Aprilianti ini. Diantaranya, penggunaan analisis naratif untuk mendalami permasalahan lahan di Karawang, Jawa Barat. Dengan menggunakan analisis naratif ini, permasalahan petani dapat diketahui akar permasalahannya hingga penyelesaiannya.

Selain itu disertasi ini berhasil menemukan pemetaan petani. Terdapat dua pemetaan petani, yaitu petani yang militan dan petani yang non-militan. Selanjutnya, penelitian ini menemukan beberapa pola yang sama antara konflik lahan di Karawang dari waktu ke waktu. Pola-pola tersebut diantaranya status lahan yang diperebutkan merupakan lahan partikelir dan ketidakterbukaan informasi mengenai status lahan. Pola lainnya adalah adanya tumpang tindih kebijakan peraturan daerah dalam hal pertanahan.

Lebih lanjut, sambung Aprilianti, diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan kepada pemerintahan pusat maupun daerah untuk lebih memperhatikan nasib para petani di Indonesia, khususnya yang sedang mengalami konflik lahan.

Artinya, jangan sampai mereka melakukan aksi-aksi esktrem terlebih dahulu, baru pemerintah bertindak. Oleh karena itu penting untuk menginformasikan kepada semua pihak, baik petani, korporasi maupun masyarakat luas terkait status suatu lahan.

Diharapkan pula agar pemerintahan pusat dan daerah dapat menjadikan UUPA (Undang-Udang Pokok Agraria) sebagai rujukan utama dalam penyelesaian masalah pertanahan. Terakhir saya ucapkan banyak terima kasih atas kesempatan beasiswa yang saya peroleh,” pungkasnya. (rd/jun)