Vaksinasi GPIB Immanuel Depok
VAKSINASI: Terlihat penerima vaksin sedang menunggu dan penerima vaksin sedang mendapat vaksinasi dari tenaga kesehatan, dalam Sentra Vaksin Presisi Polri bersama GPIB Immanuel, di Gedung Pertemuan Immanuel, Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoranmas. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK — Sebanyak 550 dosis vaksin AstraZeneca disuntikan kepada masyarakat serta jemaat Gereja Protestan di Indonesia Barat (GPIB) Immanuel, yang berlangsung di Gedung Pertemuan Immanuel, Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoranmas, Kamis (12/8).

Ketua 1 PHMJ GPIB Immanuel Depok, Ivan Lantu menerangkan jika sentra vaksinasi presisi kolaborasi dengan Polres Metro Depok dan Polsek Pancoranmas yang menjadi penyalur vaksin sekaligus tenaga medis.

“Kami sangat mendukung langkah pemerintah dalam mempercepat vaksinasi kepada masyarakat, jadi kami berinisiatif untuk menggandeng Polri, TNI, hingga Dinkes untuk melakukan vaksinasi bersama dengan GPIB Immanuel,” terang Ivan kepada Radar Depok.

Ivan memastikan bahwa yang turut serta dalam vaksinasi bukan hanya dari kalangan jemaat gereja, melainkan seluruh masyarakat, baik dari warga sekitar maupun wilayah kota Depok bahkan sekitar Kota Depok, seperti Bogor, Jakarta dan Cileungsi, karena vaksinasi terbuka untuk umum.

Namun, dari antusias masyarakat, kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, kuota telah terisi penuh pada saat pukul 11.00 WIB. Pendaftaran dibuka secara dua bagian, pertama melalui online, sebanyak 250 kuota, sisanya datang ke lokasi. Dirinya memastikan selama vaksinasi berlangsung, protokol kesehatan tetap dikedepankan.

Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel sekaligus Pendeta, Pdt Yvonne Taroreh, menambahkan bahwa bentuk dukungan kepada pemerintah dalam melakukan vaksinasi kepada masyarakat agar sehat, serta memberikan pemahaman dan keyakinan melalui kesaksian yang akan diberikan dari peserta.

“Jika 500 yang divaksin menjadi saksi, membuat kesaksian soal keamanan vaksin. Kalau divaksin tidak apa-apa. Jadi tidak ada yang khawatir lagi,” jelasnya.

Kapolsek Pancoranmas, Kompol Tri Harijadi mengatakan penyelenggaraan Vaksinasi Merdeka ini menyasar masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas sampai lanjut usia (lansia). “Animo masyarakat cukup baik, ada 419 masyarakat yang hadir,” tambahnya.

Kata dia, tidak semua peserta yang hadir dapat diberikan vaksinasi. Akibat sejumlah gangguan kesehatan seperti tensi tinggi pada pemeriksaan atau skrining. “Hanya 375 yang berhasil divaksin. Sisanya 44 orang gagal di skrining,” ucapnya.

Vaksinasi ini, beber dia, sebagai upaya pencegahan penyebaran kasus Covid-19 dengan mendukung program vaksinasi nasional. Dan membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. “Vaksin covid-19 ini untuk membentuk herd immunity, supaya menekan risiko penularan covid-19. Masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin,” tandasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR