Walikota Hari HAN Tentang Covid
Walikota Depok, Mohammad Idris

RADARDEPOK.COM – Belum lama Pusat Informasi Covid-19 Depok (Pikodep) dengan New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, melakukan rekonsiliasi data Covid-19. Pertemuan ini digagas agar tidak ada lagi ketimpangan soal data Covid-19. Hasilnya Kamis (26/8), diketahui sebanyak 3.410 kasus atau 3,3 persen di Kota Depok.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris menyampaikan, perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Depok, yaitu sebagai tindaklanjut dari Surat Wali Kota Depok Nomor 005/416-Satgas Tanggal 10 Agustus 2021 tentang Undangan Rekonsiliasi Data Covid-19, telah dilaksanakan rekonsiliasi data antara PICODEP (Pusat Informasi Covid-19 Depok) dengan NAR (New All Record) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sebagai kesepakatan akhir rekonsiliasi telah dilaksanakan rapat pada tanggal 22 Agustus 2021, yang dihadiri Kepala Pusat Data dan Informasi (Psudatin), Kemenkes, Tim Ahli Kementerian Kesehatan, Kepala Sub Direktorat Surveilans Kementerian Kesehatan, Tim Pengelola Aplikasi NAR, Perwakilan PHEOC Kemenkes, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Tim Pengelola PIKOBAR Provinsi Jawa Barat dan Tim Pengelola PICODEP. “Berdasarkan hasil rekonsiliasi antara New All Record (NAR) Kemenkes dengan Pusat Informasi Covid-19 Kota Depok (PICODEP), per tanggal (26/8) sebanyak 3.410 kasus atau 3,3 persen,” terangnya.

Dari data tersebut, dengan rincian 103.230 total kasus konfirmasi, 97.809 kasus untuk total sembuh, dan total kasus meninggal 2.011 kasus.

Sementara, Kepala Divisi Kebijakan dan Data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang telah bersama-sama dengan Pemerintah Kota Depok menyelesaikan rekonsiliasi data Covid-19. Dan sekaligus sebagai respon dari permohonan rekonsiliasi data yang disampaikan Kota Depok.

Dia menyadari data adalah vital sebagai basis dalam perumusan kebijakan. Segala kekurangan dalam sistem dan mekanisme pelaporan baik di daerah maupun di pusat yang berlaku saat ini. “Semoga dapat diperbaiki bersama-sama, agar seluruh data kasus Covid-19 dari beragam sumber baik auto verif maupun non auto verif yang sudah diklarifikasi dapat diinput seluruhnya di aplikasi NAR,” tandasnya.(tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah 

Editor : Fahmi Akbar