PDI Perjuangan
MONITORING : Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo saat memonitoring pelaksanaan vaksinasi yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Kota Depok di Jalan Raya Bogor Kampung Sidamukti, RT002/001 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Minggu (8/8). RICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo menilai data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional yang menyebut Kota Depok merupakan kota dengan kasus aktif Covid-19 tertinggi di Indonesia tidak akurat.

“Itu tidak akurat dan belum di update. Sebab, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Depok, ada selisih kasus konfirmasi aktif Covid-19 dengan Depok,” kata Hendrik Tangke Allo.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Depok, Hendrik Tangke Allo yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok ini melanjutkan, ada selisih  mencapai 17.413 kasus di mana saat ini Depok terdapat 9.518 kasus.

“Sementara data pusat mencatat 26.932 kasus aktif di Depok. Selisihnya sampai 17.413 kasus,” tutur HTA –sapaannya-.

HTA pun meminta agar Satgas Penanganan Covid-19 Nasional lebih teliti dan berkoordinasi lagi dengan Satgas yang ada di daerah, seperti di Kota Depok, agar tidak ada lagi kekeliruan data yang disampaikan, apalagi sampai menjadi produk jurnalistik.

“Seharusnya Satgas Penanganan Covid Nasional jangan memberikan data yang keliru, yang justru membuat masyarakat panik,” tegas HTA.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kota Depok 1 (Pancoranmas) ini pun terus memberikan dukungan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok dan tenaga kesehatan (Nakes) yang terus berjibaku menanggulangi pandemi Covid-19.

“Ayo kita dukung Satgas Penanganan Covid-19 dan Nakes Kota Depok,” tegasnya lagi.

Adapun dukungan yang diberikan, Hendrik Tangke Allo menambahkan, yakni dengan menaati protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, baik menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi.

“Juga kita harus mau divaksin. Vaksin Covid-19 memang bukan obat. Namun, itu dapat meminimalisir ketika kita terpapar Covid-19, agar antibodi kita lebih kebal terhadap Virus Korona,” katanya.

Kemudian, Hendrik Tangke Allo melanjutkan, dengan tercapainya target vaksinasi untuk 70 persen penduduk Indonesia, maka akan terbentuk herd immunity. Sehingga, secara bertahap berbagai sektor dapat dibuka kembali.

“Seperti perekonomian bisa kembali berputar dengan dibukanya mal, pasar. Kemudian, sektor pariwisata dan lain sebagainya. Mari sama-sama berdoa agar pandemi ini dapat segera berakhir dan kita bisa kembali beraktivitas normal,” demikian Hendrik Tangke Allo.  (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah