imigrasi hut
UCAPAN SYUKUR : Suasana saat berlangsung syukuran HUT Ke-14 Imigrasi Depok yang berlangsung secara virtual di Kantor Imigrasi, Kawasan Boulevard GDC. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Beberapa hari sebelum kemerdekaan. Ternyata, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok juga merayakan hari jadinya ke-14 tahun. Syukuran secara sederhana dan dilakukan secara virtual, di Kantor Imigrasi Kota Depok, Kawasan Boulevard Grand Depok City (GDC).

Kabag Humas dan Informasi Imigrasi Depok, Yuris Setiawan menerangkan, perayaan berlangsung secara hangat dan sederhana, dengan memanjatkan doa kepada sang pencipta. Agar pelayanan semakin baik melalui program inovasi yang Imigrasi Depok ciptakan. “Alhamdulilah masih bisa terus melayani di usia ke 14 ini. Pastinya akan meningkatkan pelayanan dengan terobosan serta inovasi,” ungkap Yuris kepada Harian Radar Depok, Kamis (19/8).

Perlu diketahui, kata Yuris, perayaan berlangsung dibarengi dengan pengajian bulanan Imigrasi. Syukuran juga dihadiri hanya sebagian beberapa pejabat struktural Imigrasi Kota Depok, serta beberapa petugas yang masuk kerja alias Work From Office (WFO). “Jadi yang WFH juga ikut melalui virtual, kita doakan bersama Imigrasi demi melayani masyarakat,” katanya.

Tak hanya untuk internal Imigrasi dan pelayanan masyarakat, Yuris menekankan jika hal utama yang didoakan tentunya terbebasnya dari pandemi Covid-19, agar kehidupan kembali berjalan normal. Sebab ini yang menjadi harapan semua.

Kelancaran percepatan vaksin juga menjadi fokus syukuran Imigrasi. Seluruh pihak yang terlibat untuk selalu diberikan kelancaran dan kesehatan, sebab menjadi garda terdepan dalam terus berupaya mencegah penyebaran.

“Pasti ya. Itu kan menjadi harapan semua. Hidup kembali normal, aktifitas normal lagi. Makanya kita doakan percepatan vaksin ini lancar tanpa kendala,” terang Yuris.

Ia memastikan, selama syukuran berlangsung, protokol kesehatan ketat diterapkan, dengan tetap menjaga jarak, menggunakan masker, hingga menunjukan kartu vaksin bagi yang telah di vaksin. Sehingga dapat meminimalisir penyebaran pencegah. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet KelmanutuĀ 

Editor : Fahmi AkbarĀ