jaksa gadungan
JAKSA GADUNGAN : Rully warga Jalan Ismaya No17 Kecamatan Cinere Kota Depok yang mengaku-ngaku sebagai Jaksa ditangkap tim gabungan Kejagung dan Kejati Jawa Tegah setelah menipu korban sebesar Rp2 miliar, Selasa (24/8) dini hari. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Rully Nuryawan tak berdaya saat tim gabungan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Selasa (24/8) dini hari. Pria berusia 53 tahun itu, mengaku-ngaku sebagai Jaksa hingga berhasil menipu seorang pengusaha di Jawa Barat sebesar Rp2 miliar. Parahnya, di dalam mobil warga Jalan Ismaya No17 Kecamatan Cinere Kota Depok, ini ditemukan uang hasil menipu sebesar Rp300 juta.

Penangkapan yang dipimpin langsung Direktur Ideologi Politik Hukum dan Hankam Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Johny Manurung, Rully ditangkap sekitar pukul 02.30 WIB di sebuah hotel bintang lima di Semarang, Jawa Tengah.

Saat ditangkap di hotel, Rully sempat mengelak bahkan berkilah bila dia bukanlah orang yang dicari petugas. Namun, setelah diperiksa dan didesak, Rully akhirnya mengaku sehingga langsung dibawa dan diamankan ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang.

Selain mengamankan Rully, petugas juga membawa sebuah mobil Innova berpelat nomor Polisi. Saat digeledah, petugas menemukan atribut kepolisian dan kejaksaan serta kartu identitas palsu petugas Kejaksaan Agung RI dan Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri.

Johny Manurung menyebut, mendapatkan laporan penipuan yang dilakukan Rully pada Senin (23/8) siang. Kejagung langsung melakukan penyelidikan serta pengejaran. “Kita dapat laporan aduan Senin siang kemarin. Terus kita dalami, lokasinya kita dapat, ya sudah kita jalan dan tangkap dia di Semarang pagi ini,” ungkap Johny usai memimpin penangkapan di Semarang.

Dari hasil pemeriksaan, Rully melakukan penipuan terhadap Asep, pengusaha di Jawa Barat, dengan modus menjanjikan proyek pemeliharaan Aplikasi Switching Baru di Bank Jabar (BJB) senilai Rp40 miliar. Untuk memuluskan jalannya proyek, Rully yang mengaku jaksa bintang satu atau jaksa utama ini meminta uang muka. “Bahkan di Semarang dia nipu lagi ngaku jaksa bisa urus perkara dapat lagi Rp 300 juta uangnya, juga kebetulan kita temukan di mobil,” jelasnya.

Kasubdit Pengamanan Sumber Daya Organisasi pada Jamintel Kejagung Atang Pujiyanto mengungkapkan, jadi modusnya, Rully ini mengaku jaksa utama atau jaksa bintang satu nawarin proyek di BJB senilai 40 miliar. Dia minta uang muka untuk jasa Rp2 miliar dan langsung diberikan korban.

Atang pun menjelaskan, korban mulai curiga karena selama enam bulan proyek yang dijanjikan  tersangka tak kunjung terealisasi. Korban yang sempat meminta uangnya kembali, tak direspon oleh Rully dan justru sudah tak bisa dihubungi.

“Itu korban dan tersangka ketemu transaksi pada September 2020 lalu. Korban curiga, enam bulan proyek yang dijanjikan tak ada kabar, terus minta uangnya kembali. Tapi Rully justru sudah tak bisa dihubungi lagi sehingga membuat korban akhirnya melapor,” jelas Tatang.

Rully selanjutnya dibawa ke Jakarta. Tim Jamintel Kejagung masih akan melanjutkan mengembangkan kasus ini, diduga aksi yang dijalankan Rully didalangi oleh beberapa orang.(rd)

Editor : Fahmi Akbar