Walikota Hari HAN Tentang Covid
Walikota Depok, Mohammad Idris

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok saat ini telah mengalami penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dari Level 4 menjadi Level 3. Hal itu disampaikan Walikota Depok, Mohammad Idris, pada giat Hari Anak Nasional tingkat Kota Depok, Kamis (19/8). Penurunan level tersebut juga disebut tertera pada web Kementerian Kesehatan RI.

Idris menyebutkan, kondisi penyebaran covid-19 semakin menurun ke depannya. Maka, pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan diupayakan terlaksana.

“Sekarang sudah level 3, Alhamdulillah zonasi oranye. Nanti kalau sudah level 2, kita akan minta ke pemerintah supaya diarahkan belajar offline. Tetapi tetap harus taat protokol kesehatan,” ungkap Idris kepada Radar Depok.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menuturkan, sesuai update web Kementerian Kesehatan RI per Jumat (20/8), Kota Depok sudah berada di level 3. Dan data tersebut diperbarui setiap harinya.

“Tetapi untuk penetapan di Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tanggal 16 Agustus, Kota Depok masih level 4,” tutur Dadang kepada Radar Depok, Jumat (20/8).

Perlu diketahui, ketika Radar Depok ingin mengonfirmasi terkait data update Covid-19, tepat pukul 18.50 WIB, Satgas Covid-19 Kota Depok tengah melaksanakan rekonsiliasi bersama Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) dan Kemenkes RI. “Hari ini sedang rekonsiliasi dengan Pusdatin dan Kemenkes RI,” ucap Dadang.

Sementara itu, penerapan PPKM Level 4 di Kota Depok sejak Juli hingga 17 Agustus 2021, tampaknya membuahkan hasil signifikan menurunkan angka penularan Covid-19. “Kalau pak Walikota dan Satgas Covid-19 Kota Depok bilang sudah Level 3, berarti benar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita kepada Radar Depok, Jumat (20/8).

Novarita menilai, hal tersebut berbanding lurus dengan situasi pandemi Covid-19 yang kian hari terus menurun. Berdasarkan data per 19 Agusutus, Kota Depok tercatat mengalami penurunan kasus konfirmasi aktif sebanyak 471 kasus kini Depok tinggal 2.962 kasus aktif. Sedangkan angka kematian mengalami kenaikan sebanyak 12 orang, dan sembuh 1014 orang.

“Cenderung turun kasus konfirmasinya, angka kesembuhanya justru melesat,” tutur Novarita.

Novarita menjelaskan, untuk ketersediaan tempat tidur (TT)  pasien Covid-19 di Depok juga kian melonggar. Menurutnya, total seluruh rumah sakit di Depok memiliki 138 TT ICU Covid dengan angka keterisian 88 TT, sedangkan TT Isolasi ada 1087 dengan jumlah keterisian 280. “Untuk TT isolasi kapasitasnya saat ini sangat besar karena jumlah kesembuhan sangat tinggi, dan angka penularan mulai menurun,” bebernya.

Dia menambahkan, untuk Bed Occupancy Rate (BOR) TT ICU Covid-19 63.77 persen, sedangkan TT Isolasi 25.76 persen. “Alhamdulillah ya, semua semakin membaik. Semoga tren ini terus terjaga sehingga pandemi bisa kita lawan,” harap Novarita.

Senada, Direktur Utama RSUD Kota Depok, Devi Maryori mengungkapkan, BOR untuk penanganan covid-19 kini mulai berangsur menurun. “Saat ini sudah sangat menurun, sekitar 18 persen BOR Covid-19 kami di ruang isolasi,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Umum dan Operasional RSUI, Hermawan menuturkan, kunjungan dan pasien covid-19 yang di rawat sudah jauh menurun. Ketersediaan BOR juga sangat berkurang 50 persen. Dari mulai ruang isolasi 30 hingga 40 persen dan BOR ICU masih berkisar 70 sampai 80 persen. “Sudah sangat jauh menurun, saat ini yang datang merupakan pasien dengan derajat berat atau kritis yang membutuhkan ICU,” tuturnya. (rd/daf/dra/Cr1)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah, Indra Abertnego, Ivanna Yustiani

Editor: M. Agung HR