sampah medis
SAMPAH MEDIS : Terlihat anak di bawah umur slsedang melintas dengan sepeda tanpa menggunakan masker, di lokasi pembuangan sampah medis, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menyayangkan kejadian sampah medis yang terbengkalai, di SMK Negeri 1 Depok, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, beberapa waktu lalu. Padahal, Dinkes sudah menganggarkan penanganan sampah medis dari Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita memastikan,  penanganan sampah medis hasil dari penanganan Covid 19 ada anggarannya, yang di serahkan ke setiap puskesmas yang tersebar. “Ada anggarannya. Tapi jumlahnya berbeda karena setiap kebutuhan puskesmas berbeda. Namun, saya pastikan ada anggaran untuk urus sampah medis itu,” tegasnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (5/8).

Dia menerangkan, kalau pembayaran untuk penanganan sampah medis dihitung perkilo. Jadi petugas medis yang bersangkutan mengumpulkan dan menumpuk semua sampah, setelah itu akan ditimbang pihak ketiga. Lalu dilakukan pembayaran berapa kilo sampah medis yang dihasilkan. “Nanti dibayar sama puskesmas karena uangnya diserahkan ke puskesmas saat melakukan pengajuan kegiatan vaksinasi,” ungkap Nova.

Dia menilai, kelalaian terjadi karena pelaksanaan vaksinasi tidak dilakukan di puskesmas atau rumah sakit, melainkan di sekolah. Tentunya harus ada pemantauan yang ekstra ketat, karena orang di lingkungan sekolah tersebut bukan dari dunia kesehatan yang paham dengan dampak sampah medis.

“Itu pasti lalai dan akhirnya tercecer. Karena itu kan sudah diangkut petugas, dan ada yang tertinggal. Mungkin petugas sekolah langsung buang saja karena sudah terbungkus rapih,” katanya.

Dia menekankan, ini menjadi tanggungjawab tenaga kesehatan (Nakes) dan harus memperhatikan hal serupa, agar tidak terulang kembali. Sangat berbahaya untuk lingkungan serta masyarakat sekitar.

Nova menyampaikan, kalau pelaksanaan vaksinasi dilakukan di luar puskesmas, rumah sakit, dan lokasi kesehatan lainnya. Nakes wajib mengecek seluruh rangkaian vaksin, dari mulai hingga usai. “Selesaikan sampai tuntas. Cek semuanya sampai benar aman. Ini tanggungjawab nakes buat jelaskan ke pihak lainnya,” papar Nova.

Perlu diketahui prosedur pembuangan sampah medis, kata Nova, pemerintah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga. Nantinya pihak ketiga yang akan melakukan pemusnahan. “Penentuan pihak ketiga menjadi tanggung jawab setiap Puskesmas. Bekerjasama dengan pihak ketiga siapa,” ucapnya.

Dilokasi terpisah, Kapolsek Cimanggis AKP Ibrahim Joao Sadjab memastikan, kejadian ini sudah selesai tertangani karena telah di buang seluruhnya, sehingga lokasi dipastikan aman. “Itu sudah selesai dan sudah lama bang,” katanya.

Da menyarankan, agar menindaklanjuti ke pihak kecamatan serta pihak terkait, yang jauh lebih paham aturan dan teknisnya. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar