Oleh : Fitranta Egi Wijaya

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju

 

PENELITIAN ini menunjukkan bahwa antibodi yang menghasilkan dari vaksin coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah Sinovac yang akan mengalami penyusutan setelah 6 bulan pasca disuntik vaksin sinovac dosis dua. Hasil studi menyatakan, dosis ketiga vaksin coronavirus 2 (SARS-CoV-2) sebagai pemacu akan meningkatkan kembalinya kekebalan tubuh dan imun sehingga kecilnya dapat terserang Covid-19. Antibodi memperoleh suntikan ke dua vaksin Sinovac mengalami penurunan imun hingga 16% dalam waktu 4 minggu.

Penurunan sistem kekebalan tubuh dan imun tersebut melaporkan dari hasil penemuan peneliti vaksin Sinovac dari Tiongkok, China yang diterbitkan pada Minggu, 25 Juli 2021. Penelitian ini melibatkan 540 peserta dengan range usia 18-59 tahun. Responden ini terbagi atas 3 kelompok, yaitu penerima dosis tinggi, dosis sedang, dan plasebo (adalah “obat palsu” yang bentuknya dibuat mirip dengan obat asli).

Dalam penelitian ini, memiliki sekitar 16,9% persen peserta masih memiliki antibodi penetralisir antibodi yang membela sebuah sel dari patagon atau partikel menular dengan menetralisir efek itu biologis setelah dari dua minggu menerima suntikan dosis ke 2 Sinovac. Sementara 35,2% masih memiliki antibodi setelah 4 minggu  untuk menerima suntikan dosis kedua. Sedangkan peserta yang menerima  dosis ketiga sebagai pemacu yang disuntikkan sekitar 6 bulan setelah dosis kedua, antibodi mereka meningkat tiga sampai lima kali lipat Penelitian ini tidak menguji efek samping dari antibodi terhadap varian Covid-19 yang lebih menular dan lebih berbahaya.

Penelitian masih berkutat pada efektivitas vaksin terhadap strain asli dari virus Covid- 19, belum menyentuh pada varian-varian baru seperti virus delta penularannya lebih cepat. Di Indonesia sendiri, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah menyebutkan waktu antibodi untuk di dua dosis yang disuntikan Sinovac hanya bertahan sampai 12 bulan. Menkes mendorong para tenaga kesehatan Indonesia hendak menjalani vaksinasi dosis ketiga menggunakan Moderna yang lebih aman digunakan untuk para tenaga medis.

Dalam penelitian ini melibatkan peneliti Tiongkok China ini sebagai sample dari peserta yang berjumlah 50 orang lebih pada masing-masing kelompok, dan melibatkan 540 peserta untuk disuntik vaksin dosis ketiga atau plasebo (vaksin palsu) yang bentuknya dibuat mirip dengan obat asli. Wacana penyuntikan vaksin dosis ketiga sedang banyak dibicarakan oleh beberapa ahli dari seluruh dunia untuk meningkatkan efektivitas vaksin melawan Covid-19 dan varian baru sehingga adanya penurunan kemanjuran vaksin tersendiri.

Dalam uji klinis di seluruh dunia, vaksin Corona virus yang tidak aktif dari Sinovac dan Sinopharm telah terbukti efektif 50% hingga 79% dalam mencegah infeksi Covid yang bergejala. Namun vaksin ini sangat efektif sebagai langkah pencegahan agar tidak ada kasus rawat inap atau kematian akibat Covid-19 penelitian menemukan suntikan Sinovac 100% efektif di Brasil dan 96% hingga 98% efektif di antara para pekerja medis Indonesia. (*)