kepala puskesmas kedaung
Kepala UPTD Puseksmas Kedaung, Anugrah Sri Handayani

Rokok merupakan salah satu penyebab munculnya berbagai jenis penyakit di tubuh manusia. Utamanya saat pandemi ini, banyak ahli kesehatan yang menyatakan jika perokok lebih rentan terhadap Covid-19.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Bagi penikmat tembakau bakar ini, sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut meski mereka tahu resiko yang akan diterima, hal ini karena sugesti yang sudah mengakar dan menjadi candu kepada perokok. Maka dari itu, Kepala UPTD Puskesmas Kedaung, punya tips bagi perokok yang mau berhenti merokok.

Hal ini dilakukan sebai bentuk kepedulian dia akan kesehatan masayrakat. Untuk berhenti merokok, ada tiga cara yang dapat dilakukan. Yaitu berhenti seketika, penundaan dan pengurangan.

Setiap orang memiliki caranya yang berbeda. Tergantung individu mereka,” tuturnya saat ditemui di halaman UPTD Puskesmas Kedaung, Kamis (19/8).

Cara pertama berhenti seketika, misalnya hari ini masih merokok, besok sudah berhenti sama sekali. Untuk kebanyakan orang, cara ini yang paling berhasil. “Bagi perokok berat, mungkin dibutuhkan bantuan medis untuk mengatasi efek ketagihan,” ujarnya.

Cara kedua untuk berhenti merokok adalah dengan menunda saat mengisap rokok pertama, dua jam setiap hari. Jangka waktu tersebut dari hari sebelumnya. Jumlah rokok yang dihisap tidak dihitung, targetnya berhenti merokok dalam tujuh hari.

Misalnya kebiasaan menghisap rokok pertama rata-rata 07.00 WIB, maka rokok pertama ditunda waktunya pukul 09.00 WIB. Hari kedua pukul 11.00 WIB, hari ketiga pukul 13.00 WIB. Lalu hari keempat pukul 15.00 WIB, hari kelima pukul 17.00 WIB, hari keenam pukul 19.00 WIB. Terakhir hari ketujuh pukul 21.00 WIB,” jelas Nunu, sapaannya.

Lebih lanjut, jumlah rokok yang dihisap setiap hari dikurangi secara berangsur-angsur dengan jumlah yang sama sampai 0 batang. Misalnya rata-rata menghisap 28 batang rokok per hari.

Berhenti merokok direncanakan dalam tujuh hari. Pada hari pertama merokok 24 batang, hari kedua 20 batang, hari tiga 16 batang, hari keempat 12 batang, hari kelima delapan batang, hari keenam empat batang dan hari ketujuh 0 batang,” ucapnya.

Terakhir, ia berpesan bagi masyarakat agar tidak menjadi perokok. Kemudian, bagi yang sudah terlanjur merokok, bisa berhenti atau tidak mengurangi.

Yang sudah mendapatkan tips atau cara berhenti merokok dapat mengajak masyarakat yang tidak merokok untuk memberi informasi bahaya merokok, dimulai dari tingkat keluarga,” tutupnya. (*)

Editor : Junior Williandro