Kadinkes Depok Novarita
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM – Kasus positif yang kian menurun di Kota Depok, membuat keterisian Tempat Tidur (TT) di 24 rumah sakit rujukan Covid-19 terus menurun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, penurunanya mencapai  20,29 persen untuk ICU dan 27,32 persen kamar isolasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita menerangkan, kapasitas saat ini masih tersedia di 24 rumah sakit yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 berdasarkan data per (12/8), sudah terjadi penurunan.

“ICU saat ini keterisian TT yaitu 72,46 persen dari jumlah 138 TT. Yang artinya sudah terpakai 100 TT dan tersisa 38 TT,” ucapnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (12/8).

Sedangkan ruang isolasi, dari 1.087 TT hanya terpakai 421 TT dan tersisa 666 TT. Jika dipresentasekan maka keterisian hanya sekitar 38,73 persen. “Ini tentu ada penurunan kasus dari Minggu-minggu sebelumnya,” terang Novarita.

Dia menyebutkan, dari data keterisian TT pada (30/7), ICU 92,75 persen dan untuk isolasi 66,05 persen. “Tentu penurunannya bisa dikatakan cukup signifikan keteriasian TT di 24 rumah sakit rujukan Covid-19,” jelasnya.

Menurutnya, ini hasil dari kerjasama seluruh stakeholder dan masyarakat dalam menanggulangi Covid-19. Dan salahsatunya adalah pelaksanaan vaksinasi. “Saat ini kami fokusnya untuk pelaksanaan vaksin dosis kedua, disamping dosis pertama juga masih terus berjalan. Dan sejauh ini, ketersediaan vaksin masih aman,” ujarnya.

Animo masyarakat dan komunitas untuk melaksanakan vaksin juga cukup tinggi, dan diharapkan percepatan vaksin semakin bisa dilaksanakan. “Tetapi, walaupun saat ini terjadi penurunan kasus positif. Masyarakat untuk tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Terpisah, Ahli Epidemologi Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, penurunan kasus ini karena lonjakan tinggi sudah terjadi. “Kalau bicara upaya, memang upaya apa yang sudah dilakukan pemerintah Kota Depok. Yang saya lihat saat PPKM pun masih banyak kerumunan,” ujarnya.

Penurunan ini justru terjadi karena memang orang yang terinfeksi di Depok sudah tinggi. Penurunan justru terjadi karena orang yang terpapar sudah banyak. Masyarakat Kota Depok yang sudah terinfeksi secara alamiah yaitu sekitar 60 persen, dan masyarakat yang telah divaksin lalu terpapar sekitar 11 persen. Artinya, sudah ada 81 persen masyarakat Kota Depok yang terinfeksi virus Covid-19 ini.

“Karena sudah banyak yang terpapar, sehingga kecepatan penyebaran infeksi semakin menurun,” terangnya.

Dia menyebut, dalam beberapa bulan ini tidak akan ada lonjakan kasus yang tinggi seperti pada bulan-bulan selanjutnya. Walaupun memang, adanya tanggal merah pada 17 Agustus. “Saya rasa, kalaupun ada peningkatan tidak akan drastis. Dan untuk melakukan berbagai pencegahan agat tidak kembali tinggi, pemerintah juga harus sigap, salah satunya meningkatkan testing dan vaksinasi,” ujarnya.

Sementara, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan, hari keharinya pasien sembuh terus meningkat. Per Kamis (12/8), berdasarkan data update Covid-19 diketahui warga yang positif bertambah 688 jiwa, kini menjadi 98.756 jiwa. Lalu, pasien sembuh lebih banyak ada 1.084 jiwa, total menjadi 90.855 jiwa. ”Warga yang meninggal meningkat ada 23 jiwa, jadi 1.914 jiwa dan pasien yang belum sembuh berkurang 419 jiwa, totalnya kini 5.987 jiwa,” bebernya.

Dalam upaya menekan seluruh kasus Covid-19, Pemkot Depok terus mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan 6M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak aman saat beraktivitas di luar rumah, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Selain itu, Pemkot Depok juga meminta masyarakat untuk menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan menjaga pola makan, berolahraga dan istirahat yang cukup.(tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Fahmi Akbar