DPD RI Tinjau Vaksinasi
VAKSIN WARGA: Ketua DPD RI, La Nyala Mattalitti bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi warga Pancoranmas Kota Depok, di Perumahan Maharaja, Kecamatan Pancoranmas. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Giat vaksinasi di perumahan Maharaja Kecamatan Pancoranmas ditinjau langsung oleh Ketua DPD RI, La Nyala Mattalitti bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

La Nyala menyebutkan, kegiatan tersebut akan menjadi amal ibadah karena banyak membantu masyarakat. Sehingga perlu didukung, agar masyarakat mau ikut divaksin. “Ini sangat sukses, rapi, padahal tempatnya kecil. Tapi, Alhamdulillah tiga jam bisa sampai 500,” kata La Nyala.

Tenaga kerja atau tenaga kesehatan berasal dari jajaran TNI, Polri, hingga masyarakat. Hal ini turut membantu pemerintah menjadi ujung tombak dalam melakukan percepatan vaksinasi.

“Semoga dengan gerakan ini jadi bisa terbantu pemerintah. Tapi saya harap pemerintah jangan tutup mata, harus bergerak dan melaksanakan dengan cepat dan tepat,” tegas La Nyala.

Ia juga menyampaikan, agar vaksinasi dapat berjalan cepat. Pemerintah harus melibatkan berbagai pihak, bergerak melaksanakan vaksinasi. “Saya pikir antusias warga sudah baik, tinggal langkah pemerintah harus dibaguskan, jadi vaksin bisa lebih cepat diterima masyarakat,” tuturnya

Senada, Ketua Dua Pelaksana Harian (Tanfidziyah) PBNU, KH Marsudi Syuhud menjelaskan, dari pandangan agama bahwa menjaga jiwa itu wajib hukumnya. “Saya hadir disini mewakili NU dan MUI, sangat mengapresiasi langkah kesadaran masyarakat bersama TNI dan Polri,” ucap KH Marsudi.

Menurutnya, sangat mendukung seluruh lapisan serta berbagai jajaran dalam melaksanakan vaksinasi. Sebab sudah menjadi keharusan memberikan vaksin pada warga, agar kesehatannya terjaga. “Siapa saja yang turut andil melaksanakan menjaga jiwa ini, karena hipdunnafs akdomumakositi syariah menjaga jiwa adalah tujuan yang paling utama,” jelasnya.

Ia berharap, jika pemerintah daerah maupun kota hingga ke jajaran lurah camat RT/RW untuk mendukung kegiatan kesehatan ini. Sebab kewajiban agama yang dituangkan dalam aturan aljamu baina tsabat annizom menyatukan antara hukum agama dengan aturan, baik perdanya, Perpresnya, dan Undang-Undangnya. “Kami memberi catatan pada pemerintah belum masif dan tolong catatannya diteruskan, karena ini untuk masyarakat,” tutupnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR