RADARDEPOK.COM – Ini kisah lengkap untuk hero Natan di Mobile Legends. Seperti yang diketahui, Natan merupakan hero yang cukup baru yang memiliki kemampuan untuk menjelajah waktu.

Kemampuan ini terdapat dari kisahnya yang mana dalam sebuah perang besar, umat manusia menciptakan sebuah mesin waktu dan membuat Natan datang dari masa depan ke masa sekarang.

Senya hero pastinya memiliki kisah menarik masing-masing, salah satunya adalah hero Natan, nah bagi kalian yang penasaran mengenai kisah Natan, kalian bisa simak ulasannya berikut ini.

Berikut kisah hero Natan di Mobile Legends. Ia terkenal dengan kemampuannya yang dapat bepergian antara dimensi dan merupakan penjelajah waktu.

Dalam beberapa abad, Segel yang menunjang Lord of the Abyss kin mulai melemah, hasilnya retakan pada AByss kian bertambah besar pada setiap tahunya.

Semakin besar, kemudian retakan tersebut membuat umat manusia yang tinggal di kota Lantis Mountains harus melakukan evakuasi dan berpindah untuk mencari tempat yang lebih aman.

Retakan dari Abyss merupakan salah satu tanda dari kebangkitan Lord of The Abyss, yang mana ia merupakan seorang pemimpin kegelapan yang mampu membuat dunia dilanda oleh kegelapan.

Kehadirannya merupakan pertanda bahwa kiamat akan segera datang, namun ketika semua orang mulai kehilangan harapan, tiba-tiba muncul sebuah cahaya yang memberikan perlindungan di Moniyan Empire.

Cahaya tersebut melindungi Monyan Empire dan menjadi sebuah tembok yang memberikan perlindungan yang kuat untuk umat manusia.

Dalam kejadian tersebut, semua orang penasaran dan melihat ke arah langit, banyak yang menyebutkan bahwa cahaya tersebut merupakan kekuatan dari Lord of Light.

Setelah itu, umat manusia semakin semangat, dengan kekuatan yang masih tersisa, mereka kemudian maju untuk mempertaruhkan nyawa nya dalam melawan kegelapan yang semakin kuat.

Peperangan antara Cahaya dan Kegelapan dimulai, dalam perang tersebut merupakan perang terbesar setelah sekian ribu tahun, yang mana hasil dari perang ini disebut sebagai Endless War. yang memiliki arti perang tanpa akhir.

Pada Endless War, kemudian Natan terlahir dalam perang tersebut, ia tumbuh besar di sebuah kota Eruditio yang merupakan kota tercanggih di Land of Dawn.

Natan terlahir dengan bakat alami yang luar biasa dalam bidang sihir dan sains, ia bahkan mendapatkan tingkat yang tidak mungkin bisa didapatkan dari seorang manusia biasa.

Manusia yang semakin lemah, sementara itu kaum iblis yang semakin kuat, Endless War kemudian mencapai tahap akhir yang mana manusia berada di ambang kekalahan.

Penduduk Eruditio merupakan harapan terakhir untuk umat manusia yang mana setelah Moniyan Empire tenggelam dalam kegelapan, kini hanya kota tersebut yang masih terus berjuang.

Eruditio merupakan kota yang memiliki banyak ilmuwan yang sangat terkenal, kota tersebut merupakan puncak dari pengetahuan umat manusia.

Hal ini menjadi alasan kenapa Moniyan Empire mengobarkan diri dalam Endless War, hal ini agar mereka dalam mengulur waktu hingga para Ilmuwan di Eruditio mendapatkan solusi dan bisa membalaskan kekalahan mereka.

Nah Natan merupakan salah satu Ilmuwan di Eruditio yang kini sudah mengemban tugas untuk menyelamatkan Dunia dari para Abyss sekaligus mengakhiri Endless War.

Ketika remaja, Natan menjadi seorang sangat sangat berprestasi dalam berbagai proyek penelitian yang penting, dan bahkan ia sudah menjadi seorang pemimpin yang resmi di Eruditio pada suai ke 28.

Dengan pencapaian yang luar biasa, kini bersama rakyatnya Natan selalu mencari cara untuk menyelamatkan Dunia dari kehancuran.

Pada suatu hari, para AByss sudah berhasil mendapatkan sebagian besar dari Twilight Orb, yang mana jika semua Twilight Orb jatuh ke tangan Abyss maka kekacauan akan datang di seluruh dunia.

Setelah Cahaya pelindung mulai terkikis, Natan dan Ilmuwan lainnya tersadar bahwa waktunya sudah tidak banyak, kemudian mereka menggabungkan semua kekuatan dari Eruditio dan Magic Academy dan dengan sekuat tenaga mencari cara untuk mengembalikan keadaan.

Kemudian, mereka berhasil menciptakan senjata yang sangat kuat, namun sayangnya umat manusia masih tidak berdaya menghadapi serangan dari para Iblis dengan Twilight Orb.

Harapan untuk menghentikan para Abyss kini mulai sirna, akan ada bencana yang akan hadir pada semua umat manusia yang tersisa, dan semua manusia kini berada di ambang dari kepunahan.

Namun setelah berkali-kali mendapatkan kegagalan, Natan mulai mencoba untuk membuat project baru dan akhirnya terpikirkan sebuah ide untuk menciptakan sebuah mesin waktu.

Ide Natan terbilang sangat gila, yang mana hal ini akan lebih banyak mendatang masalah daripada menyelesaikan solusi.

Walaupun bagaimanapun mereka berpikir keras untuk mencari cara bagaimana untuk melewati waktu. Dan bahkan jika berhasil mengetahui masa yang akan dituju, hal ini tidak akan memberikan solusi dari adanya Endless War saat ini.

Lalu apakah dengan pergi kemasa lalu akan dapat mengganti masa depan? Hal inilah yang menjadi perdebatan dari para Ilmuwan.

Menolak hal tersebut, namun para umat manusia kini sudah berada di ujung kepunahan, yang mana harapan sekecil apapun akan sangat membantunya dalam keadaan krisis saat ini. Dan bahkan akan menerima ide atau imajinasi yang sangat gila sekalipun.

Setelah kabar ini, semua ilmuwan dari Erudito yang tersisa langsung mengerahkan semua pengetahuannya untuk menjalankan project baru dari ide Natanini.

Mereka mencari cara agar dapat menjelajahi waktu, dan setiap harinya Natan bersama dengan Ilmuwan lain terus berjuan untuk mencari harapan agar Endless War ini berakhir dan menghentikan serangan dari para Abyss.

Usaha Natan dan rekan-rekannya akhirnya membuah hasil yang baik, Natan berhasil mendapatkan sebuah alat yang mana dapat membelokan waktu.

Walaupun begitu, mereka terus melanjutkan penelitian untuk mengurangi dampak yang mungkin akan ditimbulkan dari membelokan waktu tersebut.

Dalam pengembangannya, terdapat masalah baru yang datang, yang mana mereka tidak tahu cara bagaimana menemukan sumber daya yang besar untuk menghidupkan mesin waktu tersebut.

Sebenarnya, mereka menemukan sumber daya yang cukup, namun tempat tersebut berada di penjuru Land of Dawn, untuk mendapatkannya mereka harus bertarung dan menembus Wilayah AByss untuk sampai ke lokasi tersebut.

Sementara dilain sisi, mereka tidak memiliki prajurit kuat dan bahkan manusia yang ada terbilang sangat lemah akibat dari pertempuran panjang Endless War.

Natan tidak diam saja, ia dengan suara keras akan menyelesaikan Endless War dengan bantuan dari mesin waktu yang diciptakannya, kata-kata dari Natan kemudian memberikan semangat pada manusia.

Walaupun awalnya, umat manusia sangat ragu, namun dengan suara Natan yang sangat bersemangat dan percaya diri, kemudian mereka akhirnya mulai bangkit untuk berjuang bersama.

Dengan pasukan yang tersisa, kemudian para warga Eruditio bersama Natan akhirnya mulai untuk untuk menembus pertahan dari Wilayah Abyss dengan tujuan untuk mencari sumber daya tersebut.

Semua manusia yang tersisa mempertaruhkan nasibnya pada perang ini, namun terus maju dan menggempur wilayah abyss dengan semangat.

Usaha mereka mencapai titik akhir, Natan bersama dengan yang lainnya berhasil sampai ke tempat ia dituju, Dengan cepat Natan langsung menghidupkan mesin waktu ciptaannya.

Sementara itu yang lainnya mencoba untuk melindungi mesin waktu dari serangan para AByss. Mendengar mesin waktu yang mulai dinyalakan. Kemudian Lord of the Abyss merasakan adanya sebuah ancaman.

Ia dengan cepat pergi ke tempat Natan berada, dan mulai menyerang semua pasukan yang masih tersisa. Namun di saat terakhir ketika Lord of Abyss mulai melancarkan serangan, Natan dengan sekejap mampu menghilang dari pandangannya.

Semua pasukan yang tersisa, kemudian dibawa ke masa lalu dengan sekejap seperti yang sudah direncanakannya. Perjalanan waktu Natan akhirnya berhasil, namun apakah Natan mampu untuk merubah nasib untuk masa depan yang penuh kehancuran tersebut? (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya