poster film muara
Poster Film Muara ( Arti Sebuah Persahabatan) 

RADARDEPOK.COM, BOJONGSARI – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Situ Tujuh Muara, Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, pada 17 Agustus 2021 berencana merilis sebuah film pendek berjudul Muara (Arti Sebuah Persahabatan). 

Ketua Pokdarwis Kelurahan Bojongsari, Muhammad Nasir mengatakan, pembuatan film Muara ini bertujuan untuk memperkenalkan aneka potensi yang ada di Situ Tujuh Muara kepada masyarakat luas, mengingat situ ini akan menjadi pusat agrowisata di Kecamatan Bojongsari. 

“Lewat film ini, kami ingin memperkenalkan kepada khalayak luas, khususnya warga Depok, bahwa Situ Tujuh Muara ini mempunyai potensi yang besar dan bisa menjadi destinasi wisata warga Depok, tanpa harus jauh – jauh ke luar kota,” ucap Nasir, Kamis (12/08). 

Dia mengungkapkan, pembuatan film ini dilakukan secara profesional, dengan menggandeng sutradara asal Depok, Afan Mulana. 

“Pokoknya nantikan penayangan film muara ini di Chanel YouTube Pokdarwis Kelurahan Bojongsari pada 17 Agustus 2021,” turunnya. 

Terpisah, Sutradara film Muara, Afan Maulana mengatakan, sejatinya film ini akan ditayangkan pada 23 Juli 2031. Akan tetapi, penayangan terpaksa dimundurkan pada 17 Agustus 2021, lantaran terjadi kendala teknis dalam proses produksinya. 

 “Mundurnya penayangan Film Muara (Arti Sebuah Persahabatan) dikarenakan beberapa kendala teknis. Ya biasa, setelah produksi selesai tentunya berlanjut kepada editor dan rangkaian lainnya. Dengan demikian sehingganya kita berharap Film ini benar-benar siap tayang,” ucap Afan. 

Dia mengungkapkan, proses pengambilan gambar untuk film ini memakan waktu empat  hari dan memaki lima lokasi di sekitar Situ Tujuh Muara. 

“Prosesnya cukup menantang, mengingat kita menggunakan talent warga asli di sini yang notabene belum memiliki keahlian acting yang mumpuni. Akan tetapi setelau berjalan, mereka semua bisa menjalankan peranya sesuai penulisan cerita,” bebernya. 

Dia menjelaskan, alur film Muara ini menceritakan tiga sahabat sedari kecil yang terdiri dari Mukhlis, Amad, dan Ali, dengan latar belakang ekonomi keluarga yang tidak jauh berbeda masyarakat pinggiran situ. Suatu hari persahabatan mereka terputus tidak lengkap karena Mukhlis harus pindah rumah tanpa sepengetahuan Amad dan Ali. 

Pada waktu yang cukup lama sampai mereka dewasa dan sukses dengan masing-masing profesi yg mereka miliki, Mukhlis datang untuk melihat tempat masa kecil dulu. 

Sekian lama tidak bertemu Amad dan Ali awalnya tidak mengenali Mukhlis, Mukhlis akhirnya mengajak Amad dan Ali ke pinggiran situ, sambil menunjuk pulau kecil yang berada di ujung dekat Muara  situ, tempat mereka bermain ketika kecil. Pada akhirnya, Ahmad dan Ali percaya bahwa pemuda sebaya yang baru datang itu adalah benar Mukhlis teman lama saat mereka kecil.

“Film  ini selain mencoba mengangkat view indah Situ Tujuh Muara, kita juga di sajikan adegan yang bikin deg degan, kocak maupun sedih dengan tidak meninggalkan potensi lokal lainnya yang ada di Kecamatan Bojongsari seperti kuliner ikan asap, tanaman hias, ikan hias, permainn tradisional, serta mengangkat problem masyarakat tentang bank keliling,” tutupnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya