satpol ppsegel
TEGAS: Salah satu bangunan minimarket dilakukan penyegelan oleh tim penegakkan perda Satpol PP Kota Depok, Senin (30/8). IST

RADARDEPOK.COM – Dua bangunan : minimarket dan supermarket dibilangan Jalan Raya Margonda dan Jalan Raden Saleh, disegel Korps Penegak Perda bersama tim gabungan, Senin (30/8). Tindakan ini didasari akibat bangunan belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Depok, Taufiqqurahman mengatakan, penyegelan kali ini turut melibatkan unsur TNI dan Polri. Tercatat, ada dua bangunan yang disegel petugas penegak perda. Diantaranya di wilayah Jalan Raya Margonda dan di kawasan Jalan Raden Saleh.

“Giat siang hari ini, kami menyegel bangunan plus operasional kepada dua bangunan yaitu minimarket di Jalan Margonda dan supermarket di Jalan Raden Saleh,” ujar Taufiq kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Taufiq menyebut, dua bangunan itu melanggar peraturan daerah (Perda) tentang tata ruang dan ketertiban umum. Setelah disegel, operasional pada dua bangunan itu juga ditiadakan sementara waktu. “Jenis pelanggarannya sama. Pelanggaran Perda IMB, Perda Tata Ruang, Perda Ketertiban Umum (Tibum), dan perda operasional terkait industri dan perdagangan,” bebernya

Dalam hal ini, Pemerintah Kota Depok memberikan kesempatan bagi pihak pengelola agar mengurus surat perizinan bangunan yang telah disegel itu dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Jika tidak, maka akan dilakukan tindakan tegas lainnya.

“Kami beri kesempatan untuk melakukan proses perizinan dalam jangka waktu tiga bulan. Apabila ini tidak ditempuh pada jangka waku enam bulan, maka akan dilakukan proses pembongkaran bangunan,” ucapnya.

Adapun, lanjut Taufiq, sebelum dilakukan penyegelan oleh tim penegakkan perda. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah melayangkan surat teguran kepada pengelola secara bertahap.

Namun, dia menyayangkan tidak adanya respon dari pengelola sampai dengan surat teguran ketiga. Hingga menyebabkan Satpol PP terpaksa menyegel dua bangunan tersebut.

“Sudah diberi teguran beberapa kali secara administratif dari PTSP selaku pemangku Perda daripada perizinan IMB, dan ini sudah tiga kali. Sehingga yang ketiga tidak diindahkan oleh pengelola bangunan, dan disanksi berupa penyegelan bangunan dan penutupan operasional,” tutupnya. (daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah 

Editor : Fahmi Akbar