Depok Latte Art
KOMPAK : Depok Latte Art (DLA) saat mengajak anggotanya untuk mengadakan Depok Bergerak. ist

Membangun Komunitas Depok Latte Art (DLA) dan menjalaninya dimasa Pandemi, tak membuat Fuji selaku Founder DLA putus asa. Dirinya mengajak anggotanya untuk tetap bergerak, membantu ojek online hingga barista yang dirumahkan.

Laporan : Ivanna Yustiani

RADARDEPOK.COM, Setelah mendapat izin dari para barista-yang memiliki banyak pengalaman, terbentuklah sebuah komunitas Depok Latte Art. Hingga pada 2020 di awal hadirnya pandemi Covid-19, Fuji Yanto dengan Komunitasnya berinisiatif membuat sebuah donasi yang dinamakan ‘Depok Bergerak’.

Ia bersama anggota sebetulnya tidak memiliki anggaran. Namun, membernya memiliki ide untuk mengumpulkan dana seikhlasnya. Dana yang berasal dari kumpulan member Depok Latte Art hingga beberapa Coffee shop di Depok, mendapat antusias yang ada di luar perkiraan.

“Donasi dari member kita itu paling Target saya cuma dapet 50 kantong sembako. Ternyata saat open donasi ke beberapa coffee shop di Depok, ternyata mereka ikutan dan antusiasnya membludak. Hampir 100 kantong lebih sembako yang terkumpul dan kalau ditotal uang mencapai Rp10 juta,” kata Fuji.

Tak hanya dari coffe shop di Depok namun yang berada di luar Depok juga bergabung untuk memberikan donasi. Dari donasi yang dikumpulkan, tak hanya uang yang di dapat dari para donatur namun juga beberapa yang menyumbang Beras, minyak dan telur atau bahan pokok sehari-hari.

Member Depok Latte Art pun semakin bersemangat untuk menjalani kegiatan ini. Yang awalnya untuk memberi bantuan kepada warga kurang mampu, kini bahkan mampu membantu barista yang dirumahkan. Menurutnya, ini suatu gerakan dari Depok Latte Art yang berhasil.

“Niat saya dari awal cuma pengen bagikan ini ke ojek online atau pemulung. Tapi, saya berinisiatif bagaimana kalau sisa uang donasi saya bagikan ke barista yang dirumahkan,” ucapnya.

Beberapa kali, Depok Latte Art juga mengadakan workshop, seringkali DLA bekerjasama dengan coffeeshop di depok untuk menjadi media partner.

Sampai pada akhirnya, anggota yang berawal hanya 5 orang hingga kini menjadi puluhan orang yang bergabung menjadi member Depok Latte Art. Member yang bergabung tidak hanya di daerah Depok, melainkan berada di Jakarta dan Tangerang.

“Saya juga gak nyangka bisa banyak yang join jadi member DLA, bukan di Depok saja tapi diluar Depok juga ikut bergabung,” tandasnya. (bersambung)

Editor : Junior Williandro