AKTIF: Komunitas Gerakan Suka Baca (GSB) saat mengajarkan anak-anak sebelum pandemi Covid-19. IST

RADARDEPOK.COM – Berangkat dari rasa insecure atau tidak percaya diri sang inisiator, sekaligus kehilangan sosok cinta pertama dalam hidup. 2016, menjadi awal mula kisah Komunitas Gerakan Suka Baca (GSB) untuk menunjang pendidikan anak-anak pra sejahtera.

Laporan : Daffa Andarifka Syaifullah

Sosok sang ayah dari inisiator GSB, Renita Yulistiana sempat membuatnya terpuruk akan kesedihan. Bagaimana tidak, bagi Ren ayahnya merupakan panutan dalam hidup. Ditambah, dia juga beberapa kali sempat kehilangan kesempatan menjadi guru dan pengajar muda di Indonesia Mengajar.

Ren beruntung, empat temannya sewaktu SMA, yaitu Caw, Sinta, Ika dan Mutia menjadi pelipur lara, memberi semangat serta support. Atas dukungan dan bantuan mereka, GSB pun akhirnya terbentuk.

“GSB terbentuk sejak 16 Oktober 2016 di Sekolah Master Depok yang terbentuk karena kehilangan,” ujar Inisiator GSB, Renita Yulistiana.

Nama merupakan cerminan doa dan harapan. Dibalik Gerakan Suka Baca, terselip harapan mengajak setiap orang, khususnya di Kota Depok, bergerak bersama untuk sama-sama berdampak. “GSB menjadi sarana untuk saya mengajar, karena cita-cita saya dari kecil menjadi guru. Selain itu, saya melihat Kota Depok memiliki kebutuhan akan pendidikan. Meskipun sudah banyak akses sekolah maupun toko buku,” tuturnya.

Langkah mereka menyatu bersama relawan dari berbagai daerah lainnya dalam mendukung anak-anak Depok yang membutuhkan bimbingan serta pembelajaran tambahan. Dengan keikhlasan hati, tenaga, dan pikiran, GSB tidak memungut biaya sepeserpun.

“Peran GSB di sini adalah sebagai pendukung belajar anak-anak Depok yang sudah sekolah formal juga. Kami hadir untuk membantu mereka yang mungkin kesulitan dengan mata pelajaran sekolah namun tidak memiliki akses untuk ikut bimbel berbayar atau mendatangkan guru privat, berkolaborasi dengan para relawan dari berbagai daerah,” ucapnya.

Disamping melakukan bimbingan pendidikan, timbulnya kebiasaan juga kegemaran dalam membaca menjadi tujuan yang kini masih terus dilakukan Renita dan kawan-kawannya di GSB. Melalui program rutin setiap hari minggu.

“GSB berangkat dari memberikan pembelajaran gratis bagi anak-anak di Depok dan membuka Lapak Baca di Taman Lembah Gurame Depok dengan konsep akhir pekan, di setiap hari Minggu,” katanya.

Hadinya GSB untuk masyarakat secara umum, dan anak-anak khususnya, bisa menjadi wadah belajar masyarakat tanpa ada sekat.

“Fokusnya kami lebih ke pendidikan, tapi memang pendidikan selalu beririsan dengan literasi. Bahwa semua anak bisa hebat jika kita kasih kesempatan belajar yang sama,” tandasnya. (bersambung)

Editor : Fahmi Akbar