boks 2 metro
EDUKASI: Kegiatan Wisata Edukasi Komunitas GSB bersama stakeholder relawan dan adik asuh menuju Museum Bank Mandiri sebelum pandemi. IST

RADARDEPOK.COM – Sebagai fasilitator dan mediator yang fokus dalam bidang pendidikan non-formal, sudah pasti agenda gagasan tak jauh dari literasi khususnya bagi anak-anak Kota Depok. Jika dirasa mulai jenuh, GSB punya cara jitu menghadapinya.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

Refreshing atau penyegaran kembali menjadi satu momok penting setelah menghadapi suatu aktivitas. Apalagi, kegiatan belajar bagi anak-anak jika tak dikemas dengan baik, maka menimbulkan rasa jenuh. Jika dibiarkan berkepanjangan, kejenuhan belajar (learning bournout) sendiri dapat menimbulkan dampak buruk pada kondisi psikologis individu dan pencapaian prestasinya.

Maka dari itu, Komunitas GSB mencanangkan agenda lain. Salah satu contohnya ialah Wisata Edukasi yang digelar setiap triwulan dengan menggandeng stakeholder relawan. “Kami ajak siswa GSB jalan-jalan ke museum bareng relawan setiap tiga bulan sekali dengan sistem adik dan kakak asuh dan harus selesain misi edukasi sesuai kelompok,” ujar Inisiator Komunitas Gerakan Suka Baca (GSB), Renita Yulistiana.

Ada satu pengalaman tak terlupakan saat melakukan agenda Wisata Edukasi ini. Tepatnya pada September 2019, kala itu situasi ibukota sedikit mencekam akibat adanya ribuan demonstran mahasiswa melakukan aksi di depan gedung DPR/MPR.

Padahal, Renita beserta kawan-kawan dan siswa asuhnya hendak melancong ke Museum Satria Mandala. Dengan berat hati dan terpaksa, akhirnya mereka memutuskan untuk memutar haluan.

“Wisata Edukasi ke 8 tidak bisa dilupakan sampai sekarang. Soalnya pas banget ada demo yang rusuh soal pilpres. Pas H-2 kita ditelpon pihak bus TJ kalau akses halte ke sana gak bisa dilewatin karena hancur diserbu masa pake batu dan takutnya masih ricuh,” tuturnya.

Kadung basah lantaran setiap kakak asuh telah membayar Rp50 ribu per orang untuk biaya transportasi, makan siang, tiket masuk, dan souvenir. Alhasil pada H-1, diputuskanlah Museum Bank Mandiri menjadi pilihan.

“Alhasil H-1 kita cari destinasi pengganti yaitu Museum Bank Mandiri kenalin mata uang dan dunia perbankan sama anak-anak di daerah kotu dan kita jadi naik KRL dari Debar. Untuk kakak asuhnya semua terima, karena gamungkin kalau batal atau refund. Sebagian dana operasional udah dipake juga untuk pesan catering, transport, dsb. Jadi, kita ngepress budget banget di sini. Walaupun gak sesuai ekspektasi tapi dapet respon positif dari semuanya,” katanya.

Disamping Wisata Edukasi, agenda seru lainnya sabetan GSB diantaranya Ngobrolin Film, bekerjasama dengan bioskop di Kota Depok, seperti Indicinema Depok. Lalu Ngobrolin Buku, untuk membahas satu buku, serta Perlombaan Hari Besar. “Biasanya lomba peringatan hari besar ini diadakan di Taman Lembah Gurame atau Lembah Mawar, kolaborasi sama FTBM Depok,” ungkapnya.

Itu semua, agenda GSB yang diselenggarakan sebelum hadirnya wabah virus Korona di Indonesia. Kini, seluruh program mereka dimodifikasi menjadi dalam jaringan (daring). (bersambung)

Editor : Fahmi Akbar