mimbar jumat april
Ketua MUI Kota Depok, KH A Mahfudz Anwar.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada 2020 lalu, untuk menghindari penularan Covid-19, Dewan Masjid Indonesia (DMI) menerbitkan panduan untuk pengaturan jamaah salat Jumat ganjil genap atau dua gelombang.

Pengaturan jamaah shalat jumat ganjil genap diatur melalui nomor handphone atau lokasi tempat kerja berdasarkan lantai jika bekerja di gedung bertingkat.

Terkait hal itu, Ketua MUI Kota Depok, K.H. A. Mahfud Anwar menilai, salat yang trip pertama adalah sah, sedangkan yang kedua tidak sah.

“Ya, tidak boleh ngadakan (salat Jumat, red) dua kali. Cukup sekali, tapi protokol kesehatan dijalankan dengan baik,” ungkap Kyai Mahfud kepada Radar Depok, Jumat (13/08).

Sebelumnya, Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla (JK) mengatakan, tujuan utama penerbitan SE tersebut untuk menghindari penularan Covid-19 melalui klaster masjid.

“Adanya jarak satu meter membuat daya tampung masjid (menjadi) hanya sekitar 40 persen. Kalau salat Jumat hingga meluber sampai ke jalan, tempatnya tak steril. Bila ada yang kena Covid-19 lalu meludah ke jalan, (maka) lengket di sajadah. Lalu sajadahnya dibawa pulang, bisa menular ke keluarga dan itu kita khawatirkan,” kata Jusuf Kalla, dikutip dari laman dmi.or.id, Jumat, 13 Agustus 2021.

Surat Edaran DMI bernomor 105-Khusus /PP-DMI/A/Vl/2020 itu diteken Ketua DMI Jusuf Kalla dan disebar luaskan pada Selasa, 16 Juni 2020.

Dalam surat edaran itu, pelaksanaan salat Jumat ganjil genap bergelombang ini berlaku di masa transisi menuju era kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19.

“Bagi masjid yang jemaahnya banyak dan sampai membludak ke jalan dianjurkan melaksanakan Shalat Jumat dalam dua gelombang atau shift, yaitu Gelombang Pertama pada pukul 12.00 dan Gelombang Kedua pada pukul 13.00,” demikian bunyi salah satu kutipan dalam surat edaran tersebut.

DMI mengatur pelaksanaan Salat Jumat ganjil genap bergelombang secara bergiliran berdasarkan tanggal jatuhnya hari Jumat dan angka akhir nomor telepon HP umat Muslim yang akan melaksanakan shalat.

Jika salat Jumat jatuh pada tanggal ganjil, umat Muslim yang memiliki angka akhir nomor HP ganjil bakal melaksanakan shalat pada pukul 12.00 atau gelombang pertama.

Sementara umat Muslim yang nomor telepon ponselnya angka genap dipersilakan shalat di gelombang kedua atau pada pukul 13.00.
DMI mengatur pelaksanaan Salat Jumat ganjil genap bergelombang secara bergiliran berdasarkan tanggal jatuhnya hari Jumat dan angka akhir nomor telepon HP umat Muslim yang akan melaksanakan shalat.

Jika salat Jumat jatuh pada tanggal ganjil, umat Muslim yang memiliki angka akhir nomor HP ganjil bakal melaksanakan shalat pada pukul 12.00 atau gelombang pertama.

Sementara umat Muslim yang nomor telepon ponselnya angka genap dipersilakan shalat di gelombang kedua atau pada pukul 13.00. Begitu pula sebaliknya, apabila pelaksanaan Salat Jumat jatuh pada tanggal genap, maka umat Muslim dengan angka akhir nomor HP genap yang akan shalat gelombang pertama. Sedangkan nomor telepon dengan angka ganjil Shalat Jumat pada gelombang kedua. (gun/net/**)

 

Jurnalis : M. Agung HR

Editor : Pebri Mulya