Walikota Depok, Mohammad Idris, Ketua Satgas Depok
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok yang juga Walikota Depok, Mohammad Idris. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok kembali menyampaikan informasi perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Depok. Berdasarkan data kasus Covid-19 di Kota Depok per Jumat 13 Agustus 2021, pasien sembuh mencapai 1.686 atau 93,09 persen, dengan total pasien sembuh 92.541 orang.

Kemudian, kasus konfirmasi aktif mencapai 4.942 (4,97 persen), kasus meninggal bertambah 12 atau 1,94 persen dengan total 1.926. Lalu total kasus konfirmasi 99.409, bertambah 653.

Berdasarkan rilis dari Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Satgas Pusat 11 Agustus 2021, selama PPKM Darurat dan PPKM Level 4 diberlakukan di Kota Depok selama enam minggu, lima Minggu Kota Depok berada di Zona Risiko Tinggi (Merah).

“Dalam minggu ini Zonasi Kota Depok mengalami perbaikan dan masuk kedalam kategori daerah dengan Zona Risiko Sedang atau Zona Orange, dengan skor 1,81,” ungkap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris dalam keterangan resmi yang diterima Radar Depok, Jumat (13/8).

Selain itu, refleksi penambahan kasus selama PPKM Darurat dan PPKM Level 4 dari tanggal 3 Juli sampai 13 Agustus 2021 terjadi penambahan cukup signifikan. Yaitu penambahan 36.401 kasus konfirmasi (36.62 persen dari seluruh kasus akumulasi), untuk kasus kematian terjadi peningkatan 0,14 persen dari 1,79 persen menjadi 1,93 persen. Terjadi trend perbaikan pada kasus sembuh sebanyak 40.332 kasus (43.58 persen dari seluruh kasus sembuh), demikian pula untuk kasus aktif telah terjadi penurunan persentase kasus aktif yang semula 15.35 persen menjadi 4.97 persen dan peningkatan angka kesembuhan, yaitu semula 82.86 persen menjadi 93.09 persen.

“Refleksi Bed Occupancy Rate (BOR) dan penambahan ketersediaan TT RS Covid-19 selama kurun waktu 3 Juli sampai 13 Agustus 2021 terdapat penurunan BOR sebesar 59.17 persen. Dan terdapat penambahan 70 TT, dengan distribusi 53 TT Isolasi Covid-19 dan 17 TT ICU Covid-19. BOR RS total TT Covid-19 per 13 Agustus 2021 sebesar 39.18 persen, sudah memenuhi standar WHO maksimal 60%,” terang Idris yang juga sebagai Walikota Depok ini.

Untuk menyelesaikan gap data kasus Covid-19 antara PICODEP Kota Depok dengan NAR Kemenkes, telah dilakukan rapat rekonsiliasi data pada Kamis (12/8) yang dihadiri Pusdatin Kemenkes dan Kemenkes, Kadiskominfo Provinsi Jabar, Dinkes Provinsi Jabar dan Pengelola PIKOBAR, Asisten Pemkesos Setda Kota Depok, Kadinkes Kota Depok, Kepala Divisi Kebijakan Satgas dan Pengelola PICODEP.

Forum menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu dilakukan integrasi data secara cepat dan tuntas melalui Bridging Data (Replace Data), dari data PICODEP Kota Depok dan PIKOBAR Provinsi Jawa Barat ke data NAR Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan kelengkapan data memuat Nama, NIK, Alamat dan Asal Faskes.

Kemudian, tindaklanjut bridging data dilakukan oleh Tim secara bersama-sama, dengan basis data rekonsiliasi per tanggal 16 Agustus 2021, sehingga mulai tanggal 17 Agustus 2021 data PICODEP dengan NAR secara keseluruhan sudah padu dan sama. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Rapat Rekonsiliasi Data yang ditandatangani para pihak. Mudah-mudahan para pihak dapat konsisten melaksanakan kesepakatan, sesuai yang dimuat dalam berita acara tersebut.

Sementara itu, untuk kegiatan vaksinasi, saat ini dilakukan melalui banyak layanan, baik oleh Pemkot Depok, TNI, POLRI, Fasilitas Kesehatan, Sentra Vaksin maupun oleh lembaga-lembaga lainnya.

“Saat ini kami meluncurkan vaksinasi keliling D’VAJAR (Depok Vaksinasi Jemput Warga), kami menjemput warga yang akan divaksin dari kelurahan-kelurahan ke RSUI, dan juga melalui pelaksanaan vaksinasi langsung di wilayah yang dikerjakan langsung oleh tim vaksinasi keliling,” terang Idris.

Mengingat kondisi penularan Covid-19 masih cukup tinggi di seluruh wilayah khususnya Jabodetabek, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok dengan ini tetap meminta kepada seluruh warga dan para pihak untuk terus memperkuat pelaksanaan PPKM Level 4 dan PPKM Mikro khususnya pada RT Zona Merah, sampai dengan perubahan kebijakan PPKM dari Pemerintah.  Meningkatkan penerapan protokol kesehatan bagi setiap individu warga dan protokol kesehatan, baik dalam komunitas terbatas maupun di tempat-tempat umum.

“Tetap berada di rumah, kecuali untuk kepentingan mendesak dan kedaruratan. Tetap berikhtiar dan berdo’a kepada Allah SWT. Semoga ujian ini segera berakhir,” pungkasnya. (rd/gun/**)

 

Jurnalis/Editor: M. Agung HR