Bang Has Prokes Covid-19
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, HM. Hasbullah Rahmad. FOTO: ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM,  DEPOK – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, HM. Hasbullah Rahmad meminta agar semua pihak dapat bekerjasama untuk bahu-membahu menanggulangi Covid-19 dan berharap tidak ada lagi gelombang ketiga.

“Kita tidak bisa menyerahkan penanganan Covid-19 kepada pemerintah semata, kita sebagai masyarakat harus turut membantu penanggulangan Covid-19 agar tidak naik lagi,” tutur Hasbullah kepada Radar Depok.

Sebab, jika eskalasinya meningkat lagi, atau sampai ada gelombang ketiga, Bang Has –sapaannya- menilai, dampaknya akan lebih dahsyat lagi ketimbang gelombang kedua atau pertama.

“Jika ada gelombang ketiga, akan lebih dahsyat lagi memporak-porandakan ekonomi negeri ini,” papar Bang Has.

Bayangkan, lanjut Bang Has, APBD Provinsi Jawa Barat 2020 untuk menanggulangi pandemi Covid-19 tergerus hingga Rp5,2 triliun. Saat ini pun di 2021 defisit Rp5,6 triliun. Sehingga Jabar pinjam ke PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI (Persero).

“Jadi menurut saya, menjaga Covid-19 tidak menyebar, kita harus mematuhi protokol kesehatan (Prokes), itu adalah bagian perjuangan kita sebagai anak bangsa untuk memerdekakan dari Covid-19,” beber Bang Has.

Berjuang, sambung Bang Has yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Jawa Barat, tidak hanya memangku senjata dan perang. Di masa pandemi Covid-19 ini juga perang, yakni perang melawan Covid-19.

“Berperangnya bagaimana, kita harus disiplin, dengan jaga jarak, memakai masker, tidak berkerumun, dan lainnya,” terang Bang Has.

Jika Covid-19 semakin melandai, Bang Has menambahkan, dan diakhir tahun tingkat hunian Rumah Sakit (BOR) menjadi normal, maka ekonomi juga akan merangkak naik.

“Perputaran uang juga akan meningkat dan daya beli akan naik,” imbuhnya.

Sebaliknya, dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini menerangkan, jika ada gelombang ketiga, maka akan memporak-porandakan seluruh sektor dan sendi kehidupan, juga tatanan sosial.

“Seperti Salat berjamaah saja, harusnya kan saft harus rapat, sekarang kan harus menjaga jarak. Dulu kita bisa mengadakan arisan dan pengajian, sekarang kan dibatasi, juga acara pernikahan, hajatan dulu mengundang orang berapapun juga boleh, sekarang kan dibatasi,” terang Bang Has.

Sekarang, kata Bang Has, tatanan sosial saat pandemi Covid-19 berubah. Dan, untuk mengembalikan tatanan sosial itu tidak mudah, sebab butuh waktu, butuh kedisiplinan dan butuh kerjasama kita semua.

“Harapan saya khususnya Depok, kita harus membantu pemerintah Kota Depok untuk menghentikan laju penularan Covid-19. Di Depok ini padat penduduk, jika kita lalai Prokes akan cepat penularannya. Tapi jika kita sepakat dan semuanya disiplin, insha Allah tidak akan ada penularan Covid-19 lagi,” ucap Bang Has. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah