Ilustrasi Kartu Nikah DIgital
ILUSTRASI KARTU NIKAH: Sepasang suami istri yang baru usai akad nikah menunjukan kartu nikah digital yang akan menggantikan kartu nikah manual, untuk mempermudah masyarakat dalam beraktifitas. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok memastikan di Depok belum ada yang memiliki kartu nikah digital, sebab masih menghabiskan kartu nikah manual di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Depok.

Kepala Kemenag Kota Depok, H Asnawi menegaskan bahwa dalam seminggu ke depan kemungkinan kartu nikah manual akan digantikan menjadi kartu nikah digital. Sehingga untuk sementara masih menggunakan kartu nikah manual.

“Belum ada di Depok yang dapat kartu nikah digital, karena KUA masih gunakan kartu nikah manual, itu dulu dihabiskan. Mungkin seminggu ke depan sudah bisa digantikan kartu nikah digital di setiap KUA,” ungkap Asnawi kepada Radar Depok, Kamis (12/08).

Asnawi memastikan keputusan ini terkait kebijakan dari Ditjen Bimas Islam B-2361/Dt.III.II/PW.01/07/2021 terkait Penggunaan Kartu Nikah Digital, yang diterbitkan sejak 1 Juli lalu, namun di Depok belum ada yang mendapatkan, Karena ketersediaan belum ada.

Asnawi menegaskan, jika kartu nikah digital ini bukan menggantikan buku nikah yang telah ada sejak dahulu, telah tercatat di Undang Undang (UU). Masyarakat diminta untuk tidak menyalahkan artikan antara buku nikah dengan kartu nikah.

“Harus dibedakan ya, jadi yang digantikan ini kartu nikah manual menjadi kartu nikah digital. Bukan menggantikan buku nikah, itu salah,” tegasnya.

Tujuannya diberlakukan kartu nikah digital, kata Asnawi, guna kebutuhan masyarakat yang beraktifitas. Sehingga dapat terlihat statusnya, sudah menikah atau belum. Ia juga menekankan, bila yang mendapatkan kartu nikah adalah pasangan yang mengajukan pernikahan dan namanya telah tercatat pada KUA. Lalu, bagi yang telah menikah hanya sebatas yang tercatat pada Simkah.

“Jadi kalau yang tidak tercatat pada Simkah tidak bisa mengajukan kartu nikah digital. Jadi batasannya hanya sampai situ, kan kalau Simkah itu sudah berjalan beberapa tahun belakangan ini,” terang Asnawi.

Ada tiga tahapan untuk mengajukan kartu nikah digital bagi pasangan yang sudah lama menikah. Di antaranya pertama, pasangan datang ke Kantor Urusan Agama tempat menikah. Kedua, data pernikahan dimasukkan ke dalam web Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah). Dan ketiga, yang terakhir, kartu nikah digital akan dikirim melalui email dalam bentuk soft file. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR