pengmas UPN 1

RADARDEPOK.COM – Kerusakan/kebocoran zona lammbung masih menjadi penyebab Mitra Kelompok Nelayan Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang tidak bisa melaut. Sehingga, saat ini produksi hasil tangkapan ikan menjadi minim.

Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, Ir.Amir Marasabessy, MT. IPM mengatakan, selama ini kelompok nelayan melakukan perawatan seadanya, yakni dengan hanya penyemanan dan dicat. Alhasil, perbaikan tersebut tidak akan tahan lama, dan akan rusak serta bocor lagi.

“Hingga saat ini, Mitra Kelompok Nelayan Desa Lontar belum memahami teknologi penggunaan bahan komposit fiberglass untuk perawatan zona lambung perahu ikan berbahan kayu,” ucapnya.

Amir menjelaskan, oleh karena itu perlu ada pelatihan perawatan zona lambung perahu ikan berbahan kayu pada 19 Juni 2021 Total ada 15 orang dari Mitra Kelompok Nelayan yang ikut serta dalam pelatihan tersebut. Mereka diajarkan membuat dempul dan gel coat serta memberikan metode dan tahapan perawatan laminasi zona lambung dengan metode hand lay up. Jadi, dalam metode menggunakan bahan Fiberglass Chopped Strand Mat (CSM300-CSM450,) dimana proses laminasi mengacu pada komposisi material fiberglass (material properties).

“Dalam anggota PKM ada nama Damora Rakhasywi yang memahami tentang material properties fiberglass dan Sjaiful Kotahatuhaha sebagai dosen praktisi yang memahami teknologi perawatan zona lambung berbahan kayu, serta melibatkan mahasiswa angkatan 2019 Program Studi Teknik Perkapalan atas nama Muhammad Iqbal dan Muhammad Zidan Said,” jelasnya.

Mitra Kelompok Nelayan Desa Lontar pun menginginkan adanya lagi pelatihan dari UPN Veteran Jakarta. Tujuannya untuk memberikan pendampingan perawatan zona lambung perahu ikan berbahan kayu

“Hasil dari kegiatan PKM, mitra kelompok nelayan dapat melakukan perawatan zona lambung perahu ikan berbahan kayu secara mandiri menggunaskan komposit fiberglass dengan metode hand lay Up,” jelasnya. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya