perayaan kemerdekaan di duren seribu diloakukan minimalis
Lurah Duren Seribu, Suhendar

Mendekati puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia, Lurah Duren Seribu, Suhendar mulai mewanti-wanti warganya agar tidak merayakannya secara berlebihan, mengingat saat ini masih pandemi.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Siang itu, Suhendar tengah beristirahat di kantornya. Santai sejenak di ruangannya sambil melongok beberapa berkas yang ada di mejanya. Terbersit dalam benaknya jika HUT RI ke-76 tinggal menghitung hari.

Biasanya, setiap tanggal 17 Agustus, warganya pasti akan membuat berbagai perayaan yang hingar bingar, sebagai tradisi dan sebagai tanda nasionalisme mereka yang tak terbendung.

Akan tetapi, di satu sisi, Suhendar juga merasa sedih, karena untuk sementara waktu ini tradisi yang sudah dijalankan turun temurun harus dibatasi. Tidak boleh ada keramaian, kerumunan, hingga perlombaan yang acap kali meramaikan peringatan HUT RI.

Situasi ini tentu berat dirasa Suhendar, mengingat dia wajib membatasi segala bentuk kerumunan, untuk mencegah timbulnya klaster penularan Covid-19.

Maka itu, dia sudah mengimbau kepada warganya agar tdak mengadakan kegiatan perlombaan pada 17 Agustus mendatang. Pasalnya, masa pandemi Coronavirus atau Covid-19 belum juga usai di Indonesia, termasuk Kota Depok.

Imbauan tersebut dilakukan sesuai Surat Edaran Wali Kota Depok Nomor : 003/393 – Promentasi. Tentang Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI 2021 tingkat Kota Depok.

“Saya imbau kepada warga Duser agar mengikuti peraturan sesuai dengan surat edaran tersebut,” tuturnya, Kamis (12/8).

Dirinya juga meminta seluruh ketua RT-RW agar mensosialisasikan isi dari surat edaran tersebut kepada masyarakat. Pihaknya telah menyosialisasikan hal tersebut melalui berbagai kegiatan. “Saat kegiatan woro-woro dan juga saat pertemuan dengan para ketua lingkungan,” katanya.

Jika warga tetap ada yang mengadakan perlombaan, maka pihaknya akan langsung menindak tegas. Warga juga bisa melaporkan jika ada acara perlombaan di lingkungannya. “Warga bisa langsung datang ke kantor kelurahan jika ada RT/RW yang mengadakan perlombaan,” tutupnya. (*)

Editor : Junior Williandro