RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok mengapresiasi Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok yang sudah menjalankan tugasnya dalam melakukan refocusing anggaran yang akan dijadikan dana penanganan Covid-19 hingga Rp 63 miliar.  Sehingga penanganan dan pemulihan dampak pandemi diharapkan mampu dioptimalisasi oleh Walikota dan Wakilnya sebagai pemimpin Kota Depok.

Pemkot Depok menganggarkan dana sebesar Rp183 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu yang berjumlah Rp168 miliar, seharusnya penanganan dan pemulihan ekonomi tentu saja dapat jauh lebih baik dari tahun kemarin.

“Pada kenyataannya Kota Depok memiliki anggaran bansos Rp 90.123.689.040. Namun baru terealisasi Rp 2.674.366.500, atau 2,97 persen berdasarkan jumpa pers Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian pada akhir Juli kemarin,” tutur Wakil Ketua DPD PSI Kota Depok. Icuk Pramana Putra dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Depok, Rabu (4/8).

Atas ketimpangan tersebut, Icuk menilai, realisasi anggaran Bansos yang hanya 2,97 persen selama semester 1 adalah rapor buruk bagi kinerja Walikota dan Wakil WaliKota Depok saat ini. Sebab, dalam himpitan ekonomi ratusan ribu warga Depok merasakan kesulitan ekonomi.

Seharusnya, sambung Icuk, Pemkot melakukan kerja ekstra untuk mengatasi atau minimal menggunakan secara maksimal dana yang dapat digunakan untuk bantuan sosial, tidak hanya menunggu bantuan pusat apalagi hanya menggunakan dana yang dikumpulkan swadaya oleh ASN sebagai wujud gotong royong mereka kepada warga Depok.

“Saya rasa ASN Kota Depok sudah maksimal, tinggal Walikota dan Wakilnya percepat kucuran Bansos, jika memang bekerja serius untuk warganya. Percepatan pembagian bantuan sosial kami rasa menjadi bentuk kerja nyata yang bisa dilakukan oleh Pemkot untuk menanggulangi dampak ekonomi akibat pandemi ini,” pungkas Icuk. (dra)

 

Editor : Ricky Juliansyah